Buka Konferwil XV Fatayat NU, Wagub DKI Minta Pembinaan Anak Agar Gemar Baca Alquran

Minggu, 11 April 2021 - 14:30 WIB
loading...
Buka Konferwil XV Fatayat...
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membuka Konferensi Wilayah (Konforwil) XV Fatayat NU DKI Jakarta di Ballroom Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (11/4/2021). Ia berharap, Fatayat NU DKI berperan lebih aktif dalam program-program pembangunan di Jakarta, khususnya SDM.

"Forum ini memiliki arti penting dan strategis, karena di dalamnya pimpinan wilayah dan segenap pengurus akan menyampaikan capaian program kerja organisasi, melakukan muhasabah (introspeksi) atas berbagai kekurangan, kelemahan untuk diperbaiki, serta menyiapkan program kerja berikutnya sesuai AD/ART Fatayat NU," kata Ariza di Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Dia menyatakan, Fatayat NU DKI Jakarta sebagai badan otonom di lingkungan organisasi NU turut andil secara signifikan dalam berbagai program menyangkut kaum perempuan dan masyarakat, khususnya di DKI Jakarta. Baca juga: Kutuk Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral, Fatayat NU DKI: Agama Tidak Ajarkan Perusakan

"Berperan dalam pemberdayaan perempuan dan emansipasi wanita, sejalan dengan misi yang diemban, yaitu membangun kesadaran kritis perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Fatayat NU juga mempunyai keinginan untuk menguatkan sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat," terang Ariza.

Dia berharap, bersama-sama organisasi perempuan lain, ke depan Fatayat NU Provinsi DKI Jakarta berperan lebih aktif dalam program-program pembangunan di Jakarta. Seperti program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan permukiman, hingga penerapan protokol kesehatan di lingkungan.

"Selain itu pemberantasan narkoba dan HIV/AIDS, prostitusi online, mencegah KDRT, menurunkan angka perceraian, dan memberikan kesempatan kerja melalui program pelatihan kepada kaum perempuan, dan lain-lain. Fatayat NU Provinsi DKI Jakarta harus menjadi motor penggerak peningkatan SDM melalui diklat/keterampilan bagi kaum perempuan muslimah dan warga Jakarta lainnya, dengan berpegang pada prinsip al muhafazhah ‘alal qadiimis sholih, wal-akhdzu bil jadiidil ashlah. Menjaga tradisi lama yang baik, dan melakukan inovasi baru yang lebih baik," tuturnya.

Memasuki bulan suci Ramadhan, ia meminta ibu-ibu Fatayat NU DKI Jakarta meluangkan banyak waktu untuk membina anak-anak di rumah agar gemar membaca Alquran, salat lima waktu, serta melaksanakan ibadah-ibadah wajib dan sunnah lain.

"Mengenai konferensi, saya berharap dilaksanakan secara demokratis, dengan mengedepankan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas sesuai AD/ART Fatayat NU. Sehingga terpilih ketua umum dan terbentuk pengurus yang siap menghadapi tantangan di era globalisasi dan digitalisasi, serta mampu merumuskan program-program kerja strategis untuk menghadapi tantangan di masa datang. Fatayat NU harus terus menjadi corong aswaja, menebarkan Islam rahmatan lil ’alamin di Nusantara," tambahnya.

Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Provinsi DKI Jakarta, Rahayu Sri Rahmawati menyatakan, Fatayat NU siap berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Baca juga: Fatayat NU DKI Berdayakan Kaum Perempuan Bantu Topang Ekonomi Keluarga di Tengah Pandemi

"Dalam konferensi ini ada tiga calon. Kami siap mendukung program-program Pemprov DKI Jakarta. Mudah-mudahan ke depan kami bisa semakin bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta," katanya.

Sekjen PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah menambahkan, sesuai tema konferensi, Adaptasi Tantangan Masa Kini untuk Ketahanan Perempuan, tantangan yang tidak bisa dihindari saat ini adalah perkembangan teknologi digital, di mana anak-anak bisa dengan mudah menggunakan gadget dan mengakses internet.

"Padahal internet dan gadget tidak hanya memiliki sisi positif. Ini harus menjadi perhatian kita. Dampak dari teknologi ini. Kekerasan seksual menghantui anak-anak kita. KPAI mendapat semakin banyak kasus kekerasan sosial. Prostitusi online. Ini harus dirumuskan dalam program kerja. Perempuan harus bisa mengawal teknologi agar bisa mendorong hal positif bagi anak-anak," ucapnya.

Sekadar infromasi, kegiatan tersebut dihadiri seluruh pimpinan cabang dan anak cabang Fatayat NU Provinsi DKI Jakarta serta pimpinan berbagai organisasi Islam dan pemuda.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kabar Duka, Ketua KPAI...
Kabar Duka, Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia
Gelar IMW 2026, Ketua...
Gelar IMW 2026, Ketua PP Fatayat NU: Perempuan Muslim Harus Jadi Arsitek Perubahan
Fatayat NU Dukung Polri...
Fatayat NU Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Bukan Kementerian
Rekomendasi
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Berita Terkini
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved