Misteri Enny Arrow dan Bacaan Erotis yang Digandrungi Remaja Tahun 1980-1990-an
Sabtu, 10 April 2021 - 05:50 WIB
loading...
A
A
A
Kemampuan menulis Enny tak kalah dengan sastrawan sekaliber Angkatan Pujangga Baru atau bahkan Balai Pustaka. Hanya saja, Enny bercerita soal seks dan selangkangan. Kemampuan itu barangkali dia dapatkan sewaktu tinggal di Amerika.
Karya Arrow sebenarnya menyindir karya-karya sastra pada saat itu. Sastra yang berkembang terlalu eksklusif dan normatif. Dia pun ingin menghadirkan karya segar yang bisa dibaca kelas menengah hingga ke bawah sekalipun.
Jika dicermati karya Enny Arrow juga mengajarkan kebaikan, namun dengan cara yang berbeda. Misalnya, dia selalu membuat cerita tokoh dalam bukunya happy ending. Seburuk apapun yang telah dilakukan tokoh itu pada akhirnya si tokoh akan mendapatkan ganjaran yang setimpal lalu bertobat.
Baca juga: Asal Usul Nama Depok Berasal dari Padepokan yang Didirikan Embah Raden Wujud
Walau sebenarnya berisiko itu yang membuat Enny Arrow tak pernah ditinggalkan pembacanya. Walau sosoknya tak pernah dikenal orang apalagi diceritakan di buku-buku pelajaran, Enny Arrow tetap punya tempat di hati para penggemarnya hingga sekarang.
Anehnya selain Enny Arrow, nama penerbit pun disamarkan. Dari ratusan judul hanya tertera penerbit Mawar, tanpa nomor telepon atau alamat kantor. Semuanya bungkam dan hanya geleng-geleng tak tahu menahu siapa Enny Arrow.
Novel karya Enny Arrow terbilang sangat murah. Per buku yang rata-rata berisi 40 halaman hanya dihargai Rp1.000. Itu tak sebanding dengan harga kertas pada saat itu.
Karya Arrow sebenarnya menyindir karya-karya sastra pada saat itu. Sastra yang berkembang terlalu eksklusif dan normatif. Dia pun ingin menghadirkan karya segar yang bisa dibaca kelas menengah hingga ke bawah sekalipun.
Jika dicermati karya Enny Arrow juga mengajarkan kebaikan, namun dengan cara yang berbeda. Misalnya, dia selalu membuat cerita tokoh dalam bukunya happy ending. Seburuk apapun yang telah dilakukan tokoh itu pada akhirnya si tokoh akan mendapatkan ganjaran yang setimpal lalu bertobat.
Baca juga: Asal Usul Nama Depok Berasal dari Padepokan yang Didirikan Embah Raden Wujud
Walau sebenarnya berisiko itu yang membuat Enny Arrow tak pernah ditinggalkan pembacanya. Walau sosoknya tak pernah dikenal orang apalagi diceritakan di buku-buku pelajaran, Enny Arrow tetap punya tempat di hati para penggemarnya hingga sekarang.
Anehnya selain Enny Arrow, nama penerbit pun disamarkan. Dari ratusan judul hanya tertera penerbit Mawar, tanpa nomor telepon atau alamat kantor. Semuanya bungkam dan hanya geleng-geleng tak tahu menahu siapa Enny Arrow.
Novel karya Enny Arrow terbilang sangat murah. Per buku yang rata-rata berisi 40 halaman hanya dihargai Rp1.000. Itu tak sebanding dengan harga kertas pada saat itu.
(jon)
Lihat Juga :