Begini Harapan Wali Murid Saat Ada Kegiatan Belajar Tatap Muka
Rabu, 07 April 2021 - 13:31 WIB
loading...
Pembelajaran tatap muka di ruang kelas sekolah. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dianggap lebih efektif dibandingkan online atau daring. Hal demikian dikatakan oleh salah seorang wali murid siswa SMKN 15 Jakarta, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ridwan Amanah (25).
"Harapannya bisa bebas lagi yah anak-anak belajar, seperti zaman saya sekolah dahulu, kalau begini terus kan, khususnya bagi anak-anak kapan majunya. Namanya sekolah selain belajar kam untuk mencari banyak teman juga," ujarnya di lokasi, Rabu (7/4/2021). Baca juga:Kesiapan Belajar Tatap Muka di Tangerang Selatan Baru 80%
Menurutnya pria asal Bintaro itu, kegiatan belajar secara daring tak seefektif saat belajar secara tatap muka. Adiknya yang bernama Ragil kelas 10 itu setiap harinya hanya berkutat pada laptop saja dalam belajar dan waktu belajarnya pun cukup terbatas. Alhasil, saat dia kesusahan pun tak bisa bertanya secara langsung pada gurunya terkait pelajaran ataupun pada teman-temannya.
"Kalau tatap muka kan adik saya jadi bebas belajar, apalagi praktek kan butuh sarana dan prasarana yang mana adanya di sekolah. Di rumah terus mau ngapain juga, tak bisa bersosialisasi, sosialisasi terbatas pada keluarga saja," tuturnya.
Sementara itu, orangtua siswa kelas 10 lainnya, Dony (43) menerangkan, dia selaku orang tua sangat mengizinkan anaknya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah secara tatap muka. Meskipun ada perasaan takut dengan Covid, selama memgikuti protokol kesehatan dan menaati prosedur sekolah, dia yakin anaknya bisa terhindar dari virus tersebut.
"Harapannya bisa bebas lagi yah anak-anak belajar, seperti zaman saya sekolah dahulu, kalau begini terus kan, khususnya bagi anak-anak kapan majunya. Namanya sekolah selain belajar kam untuk mencari banyak teman juga," ujarnya di lokasi, Rabu (7/4/2021). Baca juga:Kesiapan Belajar Tatap Muka di Tangerang Selatan Baru 80%
Menurutnya pria asal Bintaro itu, kegiatan belajar secara daring tak seefektif saat belajar secara tatap muka. Adiknya yang bernama Ragil kelas 10 itu setiap harinya hanya berkutat pada laptop saja dalam belajar dan waktu belajarnya pun cukup terbatas. Alhasil, saat dia kesusahan pun tak bisa bertanya secara langsung pada gurunya terkait pelajaran ataupun pada teman-temannya.
"Kalau tatap muka kan adik saya jadi bebas belajar, apalagi praktek kan butuh sarana dan prasarana yang mana adanya di sekolah. Di rumah terus mau ngapain juga, tak bisa bersosialisasi, sosialisasi terbatas pada keluarga saja," tuturnya.
Sementara itu, orangtua siswa kelas 10 lainnya, Dony (43) menerangkan, dia selaku orang tua sangat mengizinkan anaknya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah secara tatap muka. Meskipun ada perasaan takut dengan Covid, selama memgikuti protokol kesehatan dan menaati prosedur sekolah, dia yakin anaknya bisa terhindar dari virus tersebut.
Lihat Juga :