Laporan Dinkes: 7 Persen Warga Makassar Sudah Divaksin
Rabu, 07 April 2021 - 08:41 WIB
loading...
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar melaporkan sudah berhasil menvaksin sebanyak 7% warga Makassar. Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar melaporkan sudah berhasil menvaksin sebanyak 7% warga Makassar. Total sudah ada sebanyak 106.509 warga yang terdiri dari tenaga kesehatan dan pelayan publik.
Dari data Dinkes Kota Makassar, jumlah 7% tersebut mengacu pada jumlah penduduk Kota Makassar sebanyak 1.526.677. Sementara target capaian dilaporkan mendekati setengah, yaitu 44%.
Adapun rinciannya, vaksinasi lansia mencapai 10,8% atau sebanyak 11.068 dari target 102.555. Sedangkan vaksinasi petugas publik mencapai 63% atau 77.121 dari target 122.151, tenaga SDNK atau nakes mencakup 115.5% atau 18.320 jumlah tersebut telah melebih target, yaitu sebesar 15.840.
Baca Juga: Lansia hingga Pedagang Ikuti Vaksinasi Covid-19 PMKIT Sulsel
Sementara secara spesifik guru yang masuk kategori pelayan publik telah mencapai 2.400 (khusus di Karebosi) jumlah tersebut dikalkulasi lebih tinggi lantaran masih ada vaksinasi guru di tingkat puskesmas yang belum dilaporkan.
Kepala bidang layanan kesehatan (Yankes), Nursaidah Sirajuddin mengatakan, masih terus berupaya memenuhi tahap dua vaksinasi yang saat ini masih berjalan bagi pelayan publik.
Sementara untuk membuka kembali vaksinasi baru masih belum dilakukan. Penundaan terpaksa dilakukan lantaran saat ini kota masih mengajukan penambahan jumlah vaksin ke pusat, karena adanya kekosongan stok.
Baca Juga: Rasio Vaksinasi Indonesia Masih di Bawah Rata-Rata Dunia
"Terkait vaksin itu memang terjadi kekosongan, tapi masih proses permintaan dari pusat, ini masih jalan cuma memang ini untuk realisasi dulu betul-betul untuk prioritas dosis dua," jelasnya.
Ida sapaan akrabnya mengaku saat ini tengah fokus melakukan vaksinasi terhadap para guru, pasalnya ada rencana pembukaan sekolah yang akan dilakukan pemerintah kota dalam waktu dekat. Targetnya mencapai 12.000 guru sebagai syarat utama untuk menggelar sekolah tatap muka secara bertahap.
"Jadi itu kita upayakan, agar bisa selesai sampai 12.000 sebelum bulan puasa ini, karena masih ada ulama yang mau divaksin juga," pungkasnya.
Baca Juga: KH Ma'ruf Amin: Kesuksesan Vaksinasi Menentukan Masa Depan Bangsa
Dari data Dinkes Kota Makassar, jumlah 7% tersebut mengacu pada jumlah penduduk Kota Makassar sebanyak 1.526.677. Sementara target capaian dilaporkan mendekati setengah, yaitu 44%.
Adapun rinciannya, vaksinasi lansia mencapai 10,8% atau sebanyak 11.068 dari target 102.555. Sedangkan vaksinasi petugas publik mencapai 63% atau 77.121 dari target 122.151, tenaga SDNK atau nakes mencakup 115.5% atau 18.320 jumlah tersebut telah melebih target, yaitu sebesar 15.840.
Baca Juga: Lansia hingga Pedagang Ikuti Vaksinasi Covid-19 PMKIT Sulsel
Sementara secara spesifik guru yang masuk kategori pelayan publik telah mencapai 2.400 (khusus di Karebosi) jumlah tersebut dikalkulasi lebih tinggi lantaran masih ada vaksinasi guru di tingkat puskesmas yang belum dilaporkan.
Kepala bidang layanan kesehatan (Yankes), Nursaidah Sirajuddin mengatakan, masih terus berupaya memenuhi tahap dua vaksinasi yang saat ini masih berjalan bagi pelayan publik.
Sementara untuk membuka kembali vaksinasi baru masih belum dilakukan. Penundaan terpaksa dilakukan lantaran saat ini kota masih mengajukan penambahan jumlah vaksin ke pusat, karena adanya kekosongan stok.
Baca Juga: Rasio Vaksinasi Indonesia Masih di Bawah Rata-Rata Dunia
"Terkait vaksin itu memang terjadi kekosongan, tapi masih proses permintaan dari pusat, ini masih jalan cuma memang ini untuk realisasi dulu betul-betul untuk prioritas dosis dua," jelasnya.
Ida sapaan akrabnya mengaku saat ini tengah fokus melakukan vaksinasi terhadap para guru, pasalnya ada rencana pembukaan sekolah yang akan dilakukan pemerintah kota dalam waktu dekat. Targetnya mencapai 12.000 guru sebagai syarat utama untuk menggelar sekolah tatap muka secara bertahap.
"Jadi itu kita upayakan, agar bisa selesai sampai 12.000 sebelum bulan puasa ini, karena masih ada ulama yang mau divaksin juga," pungkasnya.
Baca Juga: KH Ma'ruf Amin: Kesuksesan Vaksinasi Menentukan Masa Depan Bangsa
(agn)
Lihat Juga :