Dana Desa-BLT Tak Transparan, Kades Pinang Banjar Didesak Mundur
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:59 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/Dok/SINDOnews
A
A
A
MUARA ENIM - Ratusan warga yang kecewa karena pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan serta bantuan BLT tidak tepat sasaran, seruduk rumah Kepala Desa (Kades) Pinang Banjar, Rabu (20/05/2020). Warga juga mendesak Kades agar segera mundur dari jabatannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, amuk massa telah menyebabkan kaca jendela rumah Kepala Desa pcah. Sementara itu, kades sendiri nyaris jadi korban pengeroyakan warganya. (Baca juga:Kecewa Pembagian BLT, Posko COVID-19 dan Kantor Desa Dirusak Warga)
Beruntung personil Kepolisian dari Polsek Gelumbang yang dibantu juga Polsek Lembak dan Koramil Gelumbang serta Camat Gelumbang cepat berada di lokasi dan menenangkan warga yang emosi, sehingga aksi main hakim sendiri itu dapat dihindarkan.
Salah satu warga Desa Pinang Banjar, Mat Napik (45) menjelaskan, selain menuntut Kades mundur dari jabatannya, warga juga meminta kepada Bupati Muara Enim dan aparat penegak hukum untuk mengusut aset yang dimiliki kepala desa tersebut, yang diduga berasal dari hasil korupsi selama menjabat Kepala Desa.
“Kami meminta supaya aset yang dimiliki kades ini untuk diusut tuntas sampai habis. Selama kades menjabat ada beberapa ruko yang dimilikinya yang terletak di Desa Talang-Taling,” ujarnya. (Baca juga:Sikapi Demo Nakes di Ogan Ilir, Pemerintah Harus Siapkan Insentif)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, amuk massa telah menyebabkan kaca jendela rumah Kepala Desa pcah. Sementara itu, kades sendiri nyaris jadi korban pengeroyakan warganya. (Baca juga:Kecewa Pembagian BLT, Posko COVID-19 dan Kantor Desa Dirusak Warga)
Beruntung personil Kepolisian dari Polsek Gelumbang yang dibantu juga Polsek Lembak dan Koramil Gelumbang serta Camat Gelumbang cepat berada di lokasi dan menenangkan warga yang emosi, sehingga aksi main hakim sendiri itu dapat dihindarkan.
Salah satu warga Desa Pinang Banjar, Mat Napik (45) menjelaskan, selain menuntut Kades mundur dari jabatannya, warga juga meminta kepada Bupati Muara Enim dan aparat penegak hukum untuk mengusut aset yang dimiliki kepala desa tersebut, yang diduga berasal dari hasil korupsi selama menjabat Kepala Desa.
“Kami meminta supaya aset yang dimiliki kades ini untuk diusut tuntas sampai habis. Selama kades menjabat ada beberapa ruko yang dimilikinya yang terletak di Desa Talang-Taling,” ujarnya. (Baca juga:Sikapi Demo Nakes di Ogan Ilir, Pemerintah Harus Siapkan Insentif)
Lihat Juga :