Lestarikan Budaya Bangsa, Nusantara Institute Gelar Academic Award dan Writing Grant
Senin, 05 April 2021 - 16:44 WIB
loading...
Proses penjurian Nusantara Academic Award pada Jumat (26/03),dihadiri oleh kandidat (tengah atas) serta segenap dewan juri (panelis/penguji) yaitu Sumanto Al Qurtuby (kanan atas), Budhy Munawar-Rachman (kiri atas), Ulil Abshar-Abdalla (kiri bawah), Pro
A
A
A
JAKARTA - Berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan budaya di Indonesia. Salah satunya dengan menggelar Nusantara Academic Award (NAA) dan Nusantara Writing Grant (NWG) yang diadakan oleh Nusantara Institute, sebuah lembaga riset dan kajian ekstra kampus yang fokus di bidang studi agama, budaya, tradisi, dan kerajaan lokal di Indonesia.
NAA diselenggarakan sejak tahun 2019. Ini merupakan ajang tahunan kompetisi nasional untuk memilih naskah tesis magister atau disertasi doktor berkualitas dari berbagai kampus di Indonesia. Sedangkan NWG adalah ajang kompetisi nasional untuk memilih proposal penulisan tesis magister maupun disertasi doktor berkualitas untuk mahasiswa yang sudah selesai melakukan tahap penelitian. Baca juga: Karya Mahasiswa BINUS Northumbria School of Design Tampil di Paris Fashion Week
Direktur Nusantara Institute, Sumanto Al Qurtuby, dalam rilisnya, Senin (5/4/2021) mengatakan, topik tesis maupun disertasi yang diajukan untuk mengikuti kompetisi NAA maupun NWG harus sesuai dengan visi, misi, dan platform Nusantara Institute.
Tahun 2021 ini ada sekitar 115 naskah tesis magister maupun disertasi doktor yang diajukan oleh para pelamar dari berbagai kampus di dalam negeri maupun mancanegara. Sedangkan untuk NWG ada lebih dari 130 proposal, baik tesis maupun disertasi, yang diajukan.
Dijelaskan, proses penyeleksian NWG maupun NAA berlangsung sangat ketat dimulai dari seleksi internal oleh Nusantara Institute untuk memilih sejumlah kandidat (shortlisted candidates) yang layak untuk diwawancarai via daring (Zoom) oleh tim panelis atau dewan juri yang terdiri dari para sarjana, akademisi, ahli (expert), dan spesialis yang sesuai dengan topik tesis/disertasi, selain dari Nusantara Institute.
Wawancara ini, yang juga dihadiri oleh audiens publik, dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kualitas dan kemampuan kandidat dalam memaparkan tesis/disertasinya serta dalam menjawab atau merespons pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh tim panelis. Kandidat yang diundang wawancara tidak dijamin bahwa yang bersangkutan akan mendapatkan award maupun grant. Terbukti, sejumlah kandidat berguguran di sesi wawancara.
Proses wawancara untuk memilih kandidat penerima NAA maupun NWG tahun 2021 ini dilakukan pada bulan Februari dan Maret. Proses awancara selalu dibuka terlebih dahulu oleh Direktur Nusantara Institute untuk menjelaskan tentang mekanisme penilaian, penyeleksian, dan seluk-beluk NAA maupun NWG.
NAA diselenggarakan sejak tahun 2019. Ini merupakan ajang tahunan kompetisi nasional untuk memilih naskah tesis magister atau disertasi doktor berkualitas dari berbagai kampus di Indonesia. Sedangkan NWG adalah ajang kompetisi nasional untuk memilih proposal penulisan tesis magister maupun disertasi doktor berkualitas untuk mahasiswa yang sudah selesai melakukan tahap penelitian. Baca juga: Karya Mahasiswa BINUS Northumbria School of Design Tampil di Paris Fashion Week
Direktur Nusantara Institute, Sumanto Al Qurtuby, dalam rilisnya, Senin (5/4/2021) mengatakan, topik tesis maupun disertasi yang diajukan untuk mengikuti kompetisi NAA maupun NWG harus sesuai dengan visi, misi, dan platform Nusantara Institute.
Tahun 2021 ini ada sekitar 115 naskah tesis magister maupun disertasi doktor yang diajukan oleh para pelamar dari berbagai kampus di dalam negeri maupun mancanegara. Sedangkan untuk NWG ada lebih dari 130 proposal, baik tesis maupun disertasi, yang diajukan.
Dijelaskan, proses penyeleksian NWG maupun NAA berlangsung sangat ketat dimulai dari seleksi internal oleh Nusantara Institute untuk memilih sejumlah kandidat (shortlisted candidates) yang layak untuk diwawancarai via daring (Zoom) oleh tim panelis atau dewan juri yang terdiri dari para sarjana, akademisi, ahli (expert), dan spesialis yang sesuai dengan topik tesis/disertasi, selain dari Nusantara Institute.
Wawancara ini, yang juga dihadiri oleh audiens publik, dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kualitas dan kemampuan kandidat dalam memaparkan tesis/disertasinya serta dalam menjawab atau merespons pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh tim panelis. Kandidat yang diundang wawancara tidak dijamin bahwa yang bersangkutan akan mendapatkan award maupun grant. Terbukti, sejumlah kandidat berguguran di sesi wawancara.
Proses wawancara untuk memilih kandidat penerima NAA maupun NWG tahun 2021 ini dilakukan pada bulan Februari dan Maret. Proses awancara selalu dibuka terlebih dahulu oleh Direktur Nusantara Institute untuk menjelaskan tentang mekanisme penilaian, penyeleksian, dan seluk-beluk NAA maupun NWG.
Lihat Juga :