Paskah Penuh Damai untuk Indonesia Dari Tanah Papua, Dirayakan Lintas Agama
Kamis, 01 April 2021 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
Pengagasnya Paskah Lintas Umat Beragama ini adalah Full Gospel Bussines Men's Fellowship Internasional (FGBMFI) Indonesia Regional Papua, bekerjasama Persatuan Gereja Gereja Papua (PGGP) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua.
Ketua Panitia Paskah Lintas Umat Beragama, yang juga sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo mengakui jika pesan yang ingin disampaiakan dalam perayaan Paskah ini, adalah pesan kedamaian dan kerukunan antar umat beragama dari ujung timur Indonesia, Provinsi Papua.
" Paskah ini diharapkan bukan hanya seremonial saja, namun lebih pada adanya harapan untuk meningkatkan keimanan, serta ketaqwaan sekaligus menjadi sarana mewujudkan kerukunan antar sesama umat beragama, serta memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dan negara," kata Nikolaus.
Baca juga: Batam Gempar, Pemuda 25 Tahun Layani Cetak Ijazah dan Dokumen Palsu
Pihaknya juga mengutuk persitiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar. Aksi bom bunuh diri tidak diajarkan pada agama apapun itu. "Kami mengajak seluruh umat beragama di Papua, menolak terorisme dan radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai luhur sebagai bangsa yang menjunjung Ketuhanan dan nilai-nilai Kebhinekaan kita," tegasnya.
Lanjut dia, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, dengan keragamanan budaya, adat istiadat dan agama yang kesemuanya itu untuk kesejahteraan sosial dan kerukunan umat beragama. Namun itu kata Nikolaus, bisa terwujud kalau semua elemen masyarakat di Indonesia bisa berkomitmen bersama.
Ketua Panitia Paskah Lintas Umat Beragama, yang juga sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo mengakui jika pesan yang ingin disampaiakan dalam perayaan Paskah ini, adalah pesan kedamaian dan kerukunan antar umat beragama dari ujung timur Indonesia, Provinsi Papua.
" Paskah ini diharapkan bukan hanya seremonial saja, namun lebih pada adanya harapan untuk meningkatkan keimanan, serta ketaqwaan sekaligus menjadi sarana mewujudkan kerukunan antar sesama umat beragama, serta memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dan negara," kata Nikolaus.
Baca juga: Batam Gempar, Pemuda 25 Tahun Layani Cetak Ijazah dan Dokumen Palsu
Pihaknya juga mengutuk persitiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar. Aksi bom bunuh diri tidak diajarkan pada agama apapun itu. "Kami mengajak seluruh umat beragama di Papua, menolak terorisme dan radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai luhur sebagai bangsa yang menjunjung Ketuhanan dan nilai-nilai Kebhinekaan kita," tegasnya.
Lanjut dia, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, dengan keragamanan budaya, adat istiadat dan agama yang kesemuanya itu untuk kesejahteraan sosial dan kerukunan umat beragama. Namun itu kata Nikolaus, bisa terwujud kalau semua elemen masyarakat di Indonesia bisa berkomitmen bersama.
Lihat Juga :