Amson Padolo Jadi Pemateri di Diskusi Publik Humas Polri
Kamis, 01 April 2021 - 15:26 WIB
loading...
Kepala Dinas Komunikas, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo-SP) Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Padolo saat menjadi pemateri di Diskusi Publik Humas Polri. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Kepala Dinas Komunikas, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo-SP) Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Padolo didapuk menjadi salah satu pemateri dalam Diskusi Publik yang digelar Divisi Humas Polri di Mercure Hotel Makassar, Rabu, (31/03/2020).
Kegiatan yang mengangkat tema "Meningkatkan Komunikasi Publik di Tengah Pandemi Covid-19" tersebut, dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik guna menuju Polri yang presisi.
Dalam kesempatan tersebut, Amson Padolo menyebutkan bahwa tantangan utama komunikasi publik saat ini adalah post truth, era di mana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran. Menurutnya, arus informasi yang berubah, bergerak, bertambah dan berkembang biak dengan sangat cepat dapat dimanfaatkan oleh kebohongan-kebohongan buatan yang akhirnya membuat kmerasa kalau kebohongan itu adalah sebuah kebenaran.
Baca Juga: Mantapkan Program 100 Hari Kapolri, Divisi Humas Polri Gelar Pelatihan Konten Kreatif
"Dalam masa krisis ini kita tidak boleh berhenti untuk menyampaikan dan menyebarluaskan kebaikan. Terus menerus mengkonsumsikan hal-hal baik secara masif, terpadu, kolaboratif dan tepat sasaran," katanya.
Ditambahkannya lagi bahwa pada masa pendemi Covid-19, komunikasi publik mampu menyampaikan berbagai informasi terkini terkait Covid-19, khususnya di Sulawesi Selatan.
" Komunikasi publik juga dapat membangun integritas persepsi antara publik dan pemerintah, memunculkan dukungan dan kepercayaan oleh masyarakat bagi program-program pemerintah, dan memobilisasi publik dalam melakukan aksi-aksi tertentu," tambahnya.
Kegiatan yang mengangkat tema "Meningkatkan Komunikasi Publik di Tengah Pandemi Covid-19" tersebut, dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik guna menuju Polri yang presisi.
Dalam kesempatan tersebut, Amson Padolo menyebutkan bahwa tantangan utama komunikasi publik saat ini adalah post truth, era di mana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran. Menurutnya, arus informasi yang berubah, bergerak, bertambah dan berkembang biak dengan sangat cepat dapat dimanfaatkan oleh kebohongan-kebohongan buatan yang akhirnya membuat kmerasa kalau kebohongan itu adalah sebuah kebenaran.
Baca Juga: Mantapkan Program 100 Hari Kapolri, Divisi Humas Polri Gelar Pelatihan Konten Kreatif
"Dalam masa krisis ini kita tidak boleh berhenti untuk menyampaikan dan menyebarluaskan kebaikan. Terus menerus mengkonsumsikan hal-hal baik secara masif, terpadu, kolaboratif dan tepat sasaran," katanya.
Ditambahkannya lagi bahwa pada masa pendemi Covid-19, komunikasi publik mampu menyampaikan berbagai informasi terkini terkait Covid-19, khususnya di Sulawesi Selatan.
" Komunikasi publik juga dapat membangun integritas persepsi antara publik dan pemerintah, memunculkan dukungan dan kepercayaan oleh masyarakat bagi program-program pemerintah, dan memobilisasi publik dalam melakukan aksi-aksi tertentu," tambahnya.
Lihat Juga :