Literasi Sejuta Pemirsa, Ganjar Sebut Konsumsi Media di Jawa Tengah Dikuasai Televisi
Senin, 29 Maret 2021 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Ganjar, masyarakat harus secepatnya punya literasi dan edukasi untuk menyadari informasi yang beredar di mana-mana, khususnya melelui media siaran. "Jempolmu harimaumu, kita harus cerdas sikapi informasi," tandasnya.
Ganjar mengatakan bahwa konsumsi media masyarakat Jawa Tengah berdasarkan survei komunikasi publik Diskominfo Jateng 2020 didominasi media televisi, yakni sebesar 91,3%.
Sementara Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak positif dan negatif. "Dampak positifnya informasi mudah murah cepat dimanapun. Negatifnya, muncul hoaks atau penyalahgunaan informasi. Dengan literasi kita dapat memilah dan memilih informasi yang beredar khususnya melalui siaran televisi dan radio," jelasnya.
Literasi diharapkan dapat menambah sikap kritis masyarakat khususnya terhadap siaran TV dan radio. Gibran juga mengajak masyarakat untuk kritis terhadap siaran sehingga siaran menjadi cerdas dan martabat. "Harus digaungkan secara masif gerakan literasi untuk menghindari hoaks, hate speech dan kekerasan," ucapnya.
Sedangkan Direktur Program MNC Uut Endah Hari Utari menyatakan, kekuatan televisi ada di dalam pembuatan konten atau tayangan itu sendiri. Selama konten yang diproduksi digemari masyarakat, maka televisi tidak akan ditinggalkan para penontonnya.
Uut mencontohkan sinetron Ikatan Cinta yang ditayangkan RCTI. Sinetron ini dalam ratingnya mampu memecahkan rekor dalam jumlah penonton. Dengan kata lain, ungkap Uut, selama televisi itu mampu membuat konten yang digemari, maka televisi tidak akan ditinggalkan para penontonnya.
Ganjar mengatakan bahwa konsumsi media masyarakat Jawa Tengah berdasarkan survei komunikasi publik Diskominfo Jateng 2020 didominasi media televisi, yakni sebesar 91,3%.
Sementara Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak positif dan negatif. "Dampak positifnya informasi mudah murah cepat dimanapun. Negatifnya, muncul hoaks atau penyalahgunaan informasi. Dengan literasi kita dapat memilah dan memilih informasi yang beredar khususnya melalui siaran televisi dan radio," jelasnya.
Literasi diharapkan dapat menambah sikap kritis masyarakat khususnya terhadap siaran TV dan radio. Gibran juga mengajak masyarakat untuk kritis terhadap siaran sehingga siaran menjadi cerdas dan martabat. "Harus digaungkan secara masif gerakan literasi untuk menghindari hoaks, hate speech dan kekerasan," ucapnya.
Sedangkan Direktur Program MNC Uut Endah Hari Utari menyatakan, kekuatan televisi ada di dalam pembuatan konten atau tayangan itu sendiri. Selama konten yang diproduksi digemari masyarakat, maka televisi tidak akan ditinggalkan para penontonnya.
Uut mencontohkan sinetron Ikatan Cinta yang ditayangkan RCTI. Sinetron ini dalam ratingnya mampu memecahkan rekor dalam jumlah penonton. Dengan kata lain, ungkap Uut, selama televisi itu mampu membuat konten yang digemari, maka televisi tidak akan ditinggalkan para penontonnya.
Lihat Juga :