3 Korban Bom Gereja Katedral Makassar di Stella Maris Dipindah ke RS Bhayangkara, Total yang Dirawat 7 Orang
Minggu, 28 Maret 2021 - 19:45 WIB
loading...
Tampak ruang IGD RS Stella Maris masih masih dijaga ketat. Di RS ini, 3 korban bom yang dirawat akahirnya dipindah ke RS Bhayangkara Makassar. Foto: SINDONews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Polisi bersenjata lengkap berjaga di Rumah Sakit Stella Maris , Jalan Datu Museng, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Salah satu tempat perawatan korban bom bunuh diri gereja Katedral , Minggu (28/3/2021).
Dua ambulans milik RS Bhayangkara bersiap sekitar pukul 15.00 Wita. Tidak lama menyusul Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Yusuf M. Informasi yang dihimpun ada tiga korban yang dirawat di RS Stella Maris.
Baca juga: Aksi Bom Bunuh Diri Terjadi di Depan Gereja Katedral Makassar
Sekitar pukul 15.20 Wita, satu korban lelaki dibawa keluar dari ruang IGD RS Stella Maris, lukanya terlihat di bagian perut dan kepala, seperti luka terbakar. Didampingi perempuan yang mengaku istrinya, ikut naik di Ambulans RS Bhayangkara.
Diketahui, lelaki tersebut adalah sekuriti yang berjaga saat ledakan terjadi. “Sekuriti di sana (Katedral). Waktu kejadian jauh dari lokasi. Tapi tidak bisa mendengar. Dg Tompo (nama korban) 60 tahun," ungkap Hamsiah, istri korban.
Baca juga: Ini Kesaksian Seorang Pedagang di Dekat Gereja Katedral Makassar, Warga Berteriak dan Berhamburan
Sekitar pukul 15.40 Wita, satu korban lagi keluar dari ruang IGD. Nampak lukanya cukup parah di bagian wajah. "Namanya Cosman, iya sekuriti juga (yang hadang)," ungkap Jhon, keluarga korban.
Dua ambulans milik RS Bhayangkara bersiap sekitar pukul 15.00 Wita. Tidak lama menyusul Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Yusuf M. Informasi yang dihimpun ada tiga korban yang dirawat di RS Stella Maris.
Baca juga: Aksi Bom Bunuh Diri Terjadi di Depan Gereja Katedral Makassar
Sekitar pukul 15.20 Wita, satu korban lelaki dibawa keluar dari ruang IGD RS Stella Maris, lukanya terlihat di bagian perut dan kepala, seperti luka terbakar. Didampingi perempuan yang mengaku istrinya, ikut naik di Ambulans RS Bhayangkara.
Diketahui, lelaki tersebut adalah sekuriti yang berjaga saat ledakan terjadi. “Sekuriti di sana (Katedral). Waktu kejadian jauh dari lokasi. Tapi tidak bisa mendengar. Dg Tompo (nama korban) 60 tahun," ungkap Hamsiah, istri korban.
Baca juga: Ini Kesaksian Seorang Pedagang di Dekat Gereja Katedral Makassar, Warga Berteriak dan Berhamburan
Sekitar pukul 15.40 Wita, satu korban lagi keluar dari ruang IGD. Nampak lukanya cukup parah di bagian wajah. "Namanya Cosman, iya sekuriti juga (yang hadang)," ungkap Jhon, keluarga korban.
Lihat Juga :