Dukung Larangan Mudik Lebaran 2021, Ketum PAN: Kalau Warga Kampung Kena COVID-19 Kasihan
Sabtu, 27 Maret 2021 - 20:14 WIB
loading...
Ketum PAN, Zulkifli Hasan mendukung kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik Lebaran 2021. Foto Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan mendukung kebijakan pemerintah pusat yang melarang masyarakat melaksanakan tradisi mudik lebaran 2021. Bahkan, dia mengapresiasi kebijakan tersebut di tengah mulai membaiknya penanganan COVID-19.
Menurutnya, kebijakan tersebut sebagai sikap kehati-hatian pemerintah, agar kasus COVID-19 tidak kembali melonjak. "Saya kira bagus ya, kita sudah membaik, data-data menunjukan penurunan, tapi kan berhati-hati itu lebih penting," ujar Zulkifli seusai menghadiri peresmian klinik kecantikan milik putrinya, ZGlow Clinic di kawasan Jalan BKR, Kota Bandung, Sabtu (27/3/2021). Baca juga:Resmi Dilarang, Epidemiolog: Mudik Bisa Meningkatkan Kematian 10%
Apalagi, lanjut Zulkifli, berdasarkan peninjauannya ke berbagai wilayah pelosok di Tanah Air, dia jarang menemukan warga kampung yang tertular COVID-19. Jika masyarakat memaksakan mudik di tengah pandemi, kata dia, potensi warga kampung tertular COVID-19 akan sangat besar.
"Jadi, saya kira kalaupun kita tidak mudik memang berat sekali, tapi kita dukung pemerintah karena ini berhati-hati, berjaga-jaga. Nanti kalau sampai desa-desa kena kasihan. Kalau di kota gampang berobat, pemerintah gampang menjangkau, tapi kalau di daerah kampung sulit," tutur Zulkifli.
Disinggung soal anggapan sebagian masyarakat yang menilai pemerintah inkonsisten karena sebelumnya mengizinkan mudik, Zulkifli mengakui bahwa memang pemerintah sempat inkonsisten. Meski begitu, dia menilai, keputusan melarang mudik Lebaran 2021 sebagai kebijakan yang baik. "Itu satu sisi (inkonsisten), tapi menurut saya keputusan itu baik," imbuhnya.
Dia pun berjanji membantu pemerintah menyosialisasikan kebijakan tersebut. Pasalnya, penanganan COVID-19 menurutnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah belaka. "Kita ikuti, bantu sosialisasi. Ini bukan urusan pemerintah saja, ini urusan kita semua, kalau pemerintah sendiri tidak akan mampu," tandasnya. Baca juga: Larang Mudik 2021, Wakil Ketua MUI: Untuk Kebaikan Kita Semua
Diketahui, pemerintah memutuskan meniadakan mudik Lebaran 2021 bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Tahun 2021, mudik ditiadakan berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat," kata Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/2021).
Menurutnya, larangan mudik tersebut, salah satunya bertujuan untuk mendukung program vaksinasi COVID-19 yang kini tengah digencarkan oleh pemerintah. "Sehingga upaya vaksinasi yang sedang dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang semaksimal mungkin sesuai yang diharapkan," katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut sebagai sikap kehati-hatian pemerintah, agar kasus COVID-19 tidak kembali melonjak. "Saya kira bagus ya, kita sudah membaik, data-data menunjukan penurunan, tapi kan berhati-hati itu lebih penting," ujar Zulkifli seusai menghadiri peresmian klinik kecantikan milik putrinya, ZGlow Clinic di kawasan Jalan BKR, Kota Bandung, Sabtu (27/3/2021). Baca juga:Resmi Dilarang, Epidemiolog: Mudik Bisa Meningkatkan Kematian 10%
Apalagi, lanjut Zulkifli, berdasarkan peninjauannya ke berbagai wilayah pelosok di Tanah Air, dia jarang menemukan warga kampung yang tertular COVID-19. Jika masyarakat memaksakan mudik di tengah pandemi, kata dia, potensi warga kampung tertular COVID-19 akan sangat besar.
"Jadi, saya kira kalaupun kita tidak mudik memang berat sekali, tapi kita dukung pemerintah karena ini berhati-hati, berjaga-jaga. Nanti kalau sampai desa-desa kena kasihan. Kalau di kota gampang berobat, pemerintah gampang menjangkau, tapi kalau di daerah kampung sulit," tutur Zulkifli.
Disinggung soal anggapan sebagian masyarakat yang menilai pemerintah inkonsisten karena sebelumnya mengizinkan mudik, Zulkifli mengakui bahwa memang pemerintah sempat inkonsisten. Meski begitu, dia menilai, keputusan melarang mudik Lebaran 2021 sebagai kebijakan yang baik. "Itu satu sisi (inkonsisten), tapi menurut saya keputusan itu baik," imbuhnya.
Dia pun berjanji membantu pemerintah menyosialisasikan kebijakan tersebut. Pasalnya, penanganan COVID-19 menurutnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah belaka. "Kita ikuti, bantu sosialisasi. Ini bukan urusan pemerintah saja, ini urusan kita semua, kalau pemerintah sendiri tidak akan mampu," tandasnya. Baca juga: Larang Mudik 2021, Wakil Ketua MUI: Untuk Kebaikan Kita Semua
Diketahui, pemerintah memutuskan meniadakan mudik Lebaran 2021 bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Tahun 2021, mudik ditiadakan berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat," kata Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/2021).
Menurutnya, larangan mudik tersebut, salah satunya bertujuan untuk mendukung program vaksinasi COVID-19 yang kini tengah digencarkan oleh pemerintah. "Sehingga upaya vaksinasi yang sedang dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang semaksimal mungkin sesuai yang diharapkan," katanya.
(don)
Lihat Juga :