Siswi SMA Bengkulu Utara Bawa Kabur Dana Investasi Rp2,6 Miliar
Rabu, 24 Maret 2021 - 18:43 WIB
loading...
Suasana sekolah dimana siswi DS menempuh pendidikan menengah atas, namun kini DS sudah tiga minggu tidak masuk sekolah. Foto: Inews TV/Ismail Yugo
A
A
A
BENGKULU - Setelah kasus dugaan investasi bodong mencuat, DS (18) siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu pun menghilang dan belum diketahui keberadaannya hingga hari ini, Rabu (24/3/2021).
Keterangan pihak sekolah, pelajar kelas 3 IPA ini tidak mengikuti proses belajar mengajar sejak tiga pekan lalu."Sudah 3 Minggu ini tidak sekolah. Kami telah memanggil orang tuanya untuk kami minta penjelasan. Kalau masalah itu (investasi bodong) kan di luar sekolah," kata Kepala Sekolah SMAN 2 Bengkulu Utara, Kaman.
Baca juga: Penipuan Berkedok Investasi Gemparkan Bengkulu Utara, Korbannya Rakyat Sampai Pejabat
Kaman mengatakan, sosok DS memiliki sikap layaknya pelajar pada umumnya. Dia menepis jika para siswanya memiliki gaya hidup mewah, hal ini lantaran aturan sekolah yang ketat mengikat peserta didik.
“Di sekolah tidak boleh menggunakan perhiasan ataupun barang mewah. Kalau di luar itu hak mereka. Kami tidak tahu masalah investasi itu secara detail,” katanya.
Baca juga: Nyaru Jadi Pembeli, Dua Pemuda Berpistol Sikat Ponsel dan Motor
Sementara itu, disambangi dikediamannya, orang tua DS mengungkapkan, hingga saat ini pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan putrinya. Pihak keluarga juga tak mengetahui banyak perihal investasi yang dijalankan remaja tersebut.
Keterangan pihak sekolah, pelajar kelas 3 IPA ini tidak mengikuti proses belajar mengajar sejak tiga pekan lalu."Sudah 3 Minggu ini tidak sekolah. Kami telah memanggil orang tuanya untuk kami minta penjelasan. Kalau masalah itu (investasi bodong) kan di luar sekolah," kata Kepala Sekolah SMAN 2 Bengkulu Utara, Kaman.
Baca juga: Penipuan Berkedok Investasi Gemparkan Bengkulu Utara, Korbannya Rakyat Sampai Pejabat
Kaman mengatakan, sosok DS memiliki sikap layaknya pelajar pada umumnya. Dia menepis jika para siswanya memiliki gaya hidup mewah, hal ini lantaran aturan sekolah yang ketat mengikat peserta didik.
“Di sekolah tidak boleh menggunakan perhiasan ataupun barang mewah. Kalau di luar itu hak mereka. Kami tidak tahu masalah investasi itu secara detail,” katanya.
Baca juga: Nyaru Jadi Pembeli, Dua Pemuda Berpistol Sikat Ponsel dan Motor
Sementara itu, disambangi dikediamannya, orang tua DS mengungkapkan, hingga saat ini pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan putrinya. Pihak keluarga juga tak mengetahui banyak perihal investasi yang dijalankan remaja tersebut.
Lihat Juga :