Dea Raup Rp15 Juta per Bulan dari Prostitusi Online
Rabu, 24 Maret 2021 - 16:12 WIB
loading...
ilustrasi. dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Praktik prostitusi semakin menggurita. Para wanita pencari lelaki hidung belang banyak menjajakan dirinya di media sosial. Sangat simpel mencari wanita model tersebut terutama di aplikasi Michat. KORAN SINDOberusaha masuk ke aplikasi tersebut untuk mencari bagaimana mereka bertransaksi dengan pelanggannya. Di aplikasi ini, didapat seorang wanita bernama Ratna (nama samaran) lengkap dengan fotonya. Statusnya tertera “open” atau no basa-basi.
Baca Juga:Pandemi Membuat Siswi SMK Ini Terjun ke Dunia Prostitusi
Saat diterima pertemanan, Ratna langsung memberikan chat tarif dan syarat untuk mem-booking-nya. Untuk short time, wanita berambut panjang ini meminta tarif Rp500.000 untuk sekali kencan, sementara Rp2 juta untuk long time. No onal, wajib kondom, wajib DP. Kalau serius, langsung datang saja ke Kalibata City. Setelah terjadi kesepakatan, Ratna lalu memberikan nomor ponsel untuk bertemu.
Baca Juga:Anak di Bawah Umur Sasaran Prostitusi
Gambaran di atas menunjukkan betapa mudahnya mencari pekerja seks komersial (PSK) online melalui aplikasi online. Beberapa pelaku prostitusi mengaku melakoni bisnis tersebut bukan hanya untuk kebutuhan ekonomi, tapi juga gaya hidup. Model wanita seperti ini banyak dilakukan wanita di bawah umur. Salah satu pelaku prostitusi yang berhasil ditemui mengaku terpaksa beralih profesi dari pekerjaan terapis pijat dan spa ke prostitusi karena tempat tersebut tutup selama pandemi Covid-19.
Baca Juga:Pandemi Membuat Siswi SMK Ini Terjun ke Dunia Prostitusi
Saat diterima pertemanan, Ratna langsung memberikan chat tarif dan syarat untuk mem-booking-nya. Untuk short time, wanita berambut panjang ini meminta tarif Rp500.000 untuk sekali kencan, sementara Rp2 juta untuk long time. No onal, wajib kondom, wajib DP. Kalau serius, langsung datang saja ke Kalibata City. Setelah terjadi kesepakatan, Ratna lalu memberikan nomor ponsel untuk bertemu.
Baca Juga:Anak di Bawah Umur Sasaran Prostitusi
Gambaran di atas menunjukkan betapa mudahnya mencari pekerja seks komersial (PSK) online melalui aplikasi online. Beberapa pelaku prostitusi mengaku melakoni bisnis tersebut bukan hanya untuk kebutuhan ekonomi, tapi juga gaya hidup. Model wanita seperti ini banyak dilakukan wanita di bawah umur. Salah satu pelaku prostitusi yang berhasil ditemui mengaku terpaksa beralih profesi dari pekerjaan terapis pijat dan spa ke prostitusi karena tempat tersebut tutup selama pandemi Covid-19.
Lihat Juga :