Begini Progres MRT Fase 2 pada Jalur Bundaran HI-Harmoni
Minggu, 21 Maret 2021 - 06:54 WIB
loading...
A
A
A
Meski dalam PSBB yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta mengecualikan sektor konstruksi dan proyek strategis nasional, pembangunan fisik MRT tetap terpengaruh.
Baca juga: Pekerjaan MRT Jakarta Fase-2 Diakui Bersinggungan dengan Utilitas
Pada akhir Januari 2021, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menuturkan bahwa paket CP 201 dipastikan molor dari target Desember 2024 menjadi Maret 2025 karena terimbas pandemi.
Tantangan lain selama pandemi adalah proses tender untuk paket berikutnya yakni CP 202 dan CP 205 gagal karena kesulitan mendapatkan kontraktor. Hal itu disebabkan pembangunan MRT fase II dibiayai oleh JICA ODA Loan dengan skema Special Terms for Economic Partnership (Tied Loan) sehingga sangat terikat dengan kriteria kontraktor utama harus berasal dari Jepang.
PT MRT Jakarta bersama Pemprov DKI melakukan konsultasi kepada berbagai stakeholders terkait penunjukan langsung kontraktor untuk menggarap kedua paket tersebut. Beruntung, pemerintah Jepang dan Indonesia sepakat melakukan penunjukan langsung kontraktor untuk menggarap keduanya. Prosesnya sedang berjalan dan ditargetkan pada Juli 2021 konstruksi sudah dimulai. Kedua paket ini direncanakan selesai pada Agustus 2027.
Baca juga: Pekerjaan MRT Jakarta Fase-2 Diakui Bersinggungan dengan Utilitas
Pada akhir Januari 2021, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menuturkan bahwa paket CP 201 dipastikan molor dari target Desember 2024 menjadi Maret 2025 karena terimbas pandemi.
Tantangan lain selama pandemi adalah proses tender untuk paket berikutnya yakni CP 202 dan CP 205 gagal karena kesulitan mendapatkan kontraktor. Hal itu disebabkan pembangunan MRT fase II dibiayai oleh JICA ODA Loan dengan skema Special Terms for Economic Partnership (Tied Loan) sehingga sangat terikat dengan kriteria kontraktor utama harus berasal dari Jepang.
PT MRT Jakarta bersama Pemprov DKI melakukan konsultasi kepada berbagai stakeholders terkait penunjukan langsung kontraktor untuk menggarap kedua paket tersebut. Beruntung, pemerintah Jepang dan Indonesia sepakat melakukan penunjukan langsung kontraktor untuk menggarap keduanya. Prosesnya sedang berjalan dan ditargetkan pada Juli 2021 konstruksi sudah dimulai. Kedua paket ini direncanakan selesai pada Agustus 2027.
(jon)
Lihat Juga :