Polisi Dalami Keterangan Saksi Lain Kasus Penganiayaan Bapak-Anak di Panakkukang
Jum'at, 19 Maret 2021 - 21:43 WIB
loading...
SM, bersama dua orang putrinya saat melaporkan dugaan penganiayaan yang mereka alami ke Polsek Panakkukang, Kamis (18/3/2021). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Penyidik Unit Reskrim Polsek Panakkukang belum menentukan status lelaki berinisial AA (33) terduga pelaku penganiayaan terhadap dua bocah perempuan dan orang tuanya di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar Rabu 17 Maret lalu.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang , Iptu Iqbal Usman mengatakan, pihaknya masih perlu keterangan tambahan guna mendalami latar belakang penganiayaan yang menimpa anak di bawah umur itu. Dia bilang ada beberapa orang lagi yang akan diperiksa.
Baca juga: Bapak dan Anak di Kota Makassar Dianiaya Tetangga
"Belum (tersangka) masih penyelidikan. Masih dilakukan permintaan keterangan korban, saksi-saksi di tempat kejadian perkara dan terlapor. Kita dalami motif sehingga penganiayaan ini terjadi," ungkap Iqbal SINDOnews, Jumat (19/3/2021).
Meski begitu, Iqbal belum mau merincikan berapa orang yang akan dimintai keterangan. Dia menyatakan korban masing-masing NR (16) dan AD (13) serta ayah mereka SM (33) merupakan tetangga terduga pelaku, AA. "Nanti setelah pemeriksaan baru kita publis," jelasnya.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang , Iptu Iqbal Usman mengatakan, pihaknya masih perlu keterangan tambahan guna mendalami latar belakang penganiayaan yang menimpa anak di bawah umur itu. Dia bilang ada beberapa orang lagi yang akan diperiksa.
Baca juga: Bapak dan Anak di Kota Makassar Dianiaya Tetangga
"Belum (tersangka) masih penyelidikan. Masih dilakukan permintaan keterangan korban, saksi-saksi di tempat kejadian perkara dan terlapor. Kita dalami motif sehingga penganiayaan ini terjadi," ungkap Iqbal SINDOnews, Jumat (19/3/2021).
Meski begitu, Iqbal belum mau merincikan berapa orang yang akan dimintai keterangan. Dia menyatakan korban masing-masing NR (16) dan AD (13) serta ayah mereka SM (33) merupakan tetangga terduga pelaku, AA. "Nanti setelah pemeriksaan baru kita publis," jelasnya.
Lihat Juga :