Usulan Ditolak, Dedie: Kita Bagai Berselancar di Tengah Ombak Covid-19

Sabtu, 18 April 2020 - 16:06 WIB
loading...
Usulan Ditolak, Dedie:...
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
Permintaan Pemkot Bogor untuk dihentikan sementara operasional Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor-Jakarta ditolak oleh Kementerian Perhubungan melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Padahal penghentian sementara itu dalam rangka efekifitas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bahkan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mencurahkan hatinya ketika mendapat kabar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan menolak permintaan Lima Pemerintah Daerah di Jawa Barat terkait penghentian operasi KRL.

"Kalau seperti ini kita seperti berselancar di tengah ombak Covid-19. Tapi ya sudahlah, mudah-mudahan PT KCI dan PT KAI mampu secara konsisten memastikan social dan physical distancing di area stasiun dan di dalam gerbong terpenuhi," kata Dedie, Sabtu (18/04/2020).

Lebih lanjut ia juga merespon pernyataan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri yang menyebutkan bahwa pengoperasian KRL Jabodetabek akan lebih efektif jika semua stakeholder terkait tetap melakukan penertiban kegiatan-kegiatan yang dilarang, bekerja dari rumah dan diam di rumah.

"Ada yang disinggung oleh Dirjen Perkeretaapian yaitu pengendalian bidang-bidang yang tidak dikecualikan yang masih beroperasi di DKI. Saya lebih melihat bahwa pelaksanaan PSBB yang masih ada celah-celah lebar toleransi seperti surat rekomendasi dari Kementerian Perindustrian," tegasnya.

Ia juga menyampaikan tentang pentingnya sinkronisasi maksud penerapan PSBB dengan target yang harus dicapai di masing-masing stakeholder. Target utamanya adalah menurunnya penyebaran Covid-19.

"Kira-kira dengan kita mengeluarkan kebijakan untuk melarang pemakaian tempat ibadah dengan melarang orang berada dalam gerbong kereta karena resiko tertular sama tidak? Nah, mestinya respon dari pemangku kepentingan di semua sektor harusnya sama. Semua yang pemerintah daerah perjuangkan adalah menyelamatkan nyawa warganya," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved