Ini Alasan Ahli Waris Tutup Jalan Warga di Ciledug dengan Pagar Beton
Rabu, 17 Maret 2021 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi waktu kami pagar, kami tetap memberi akses dia lewat. Sampai akhirnya dia kena banjir dan roboh itu, terus dibongkar. Itu bagian belakang tanah saya yang lewat kuburan, itu bisa dipakai kan tidak ada masalah. Jadi itu ada asal muasalnya," tegasnya.
Sedang terkait dengan ancaman golok oleh H Ruli, Herry enggan membeberkan. Menurut dia, peristiwa itu terjadi saat pagarnya roboh diterjang banjir. Saat itu, Ruli hendak memperbaiki pagarnya yang roboh.
"Untuk memperbaikinya, Pak Ruli datang ke sini, termasuk dengan membawa alat untuk merapikan. Saat itulah dia bertemu dengan Bu Yanti, ditanyakan dijawab tidak tahu apa-apa. Itu yang bikin kesal. Setelah itu saya tidak tahu lagi," pungkasnya.
Sementara itu, istri almarhum Munir, Hadiyanti yang ditemui disela pembongkaran pagar mengatakan, saat beli lelang, depan jalan yang dipagar itu bertuliskan fasum. Sesuai dengan data dari BPN. Dia membantah, memasukan tanah itu untuk dijual.
"Ya, pernah mau dijual. Tetapi, kita jual karena faktor sertifikat, seluas 1.080 meter persegi. Pasti ada jalan, nggak mungkin nggak ada jalan. Disertifikat, di depan jalan itu tulisannya fasum. Itu data BPN," tukasnya.
Sedang terkait dengan ancaman golok oleh H Ruli, Herry enggan membeberkan. Menurut dia, peristiwa itu terjadi saat pagarnya roboh diterjang banjir. Saat itu, Ruli hendak memperbaiki pagarnya yang roboh.
"Untuk memperbaikinya, Pak Ruli datang ke sini, termasuk dengan membawa alat untuk merapikan. Saat itulah dia bertemu dengan Bu Yanti, ditanyakan dijawab tidak tahu apa-apa. Itu yang bikin kesal. Setelah itu saya tidak tahu lagi," pungkasnya.
Sementara itu, istri almarhum Munir, Hadiyanti yang ditemui disela pembongkaran pagar mengatakan, saat beli lelang, depan jalan yang dipagar itu bertuliskan fasum. Sesuai dengan data dari BPN. Dia membantah, memasukan tanah itu untuk dijual.
"Ya, pernah mau dijual. Tetapi, kita jual karena faktor sertifikat, seluas 1.080 meter persegi. Pasti ada jalan, nggak mungkin nggak ada jalan. Disertifikat, di depan jalan itu tulisannya fasum. Itu data BPN," tukasnya.
(wib)
Lihat Juga :