Kepemimpinan Harus Memberikan Makna bagi Tim
Jum'at, 14 November 2025 - 13:34 WIB
loading...
Public Training Spiritual Leadership yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Kepemimpinan yang mampu memberikan nilai serta makna bagi tim dinilai menjadi kebutuhan penting saat ini. Sebab, pemimpin yang hanya berorientasi pada hasil dan pencapaian berisiko menciptakan lack of fulfillment yang melemahkan kinerja dan integritas.
"Ketika pemimpin hanya mengejar hasil dan pencapaian, yang terjadi adalah lack of fulfillment, pemimpin bekerja tanpa jiwa, stres, lelah batin, integritas memudar, bekerja setengah hati, dan kehabisan energi," ujar co-Founder Kubik Leadership, Jamil Azzaini dalam Public Training Spiritual Leadership yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, spiritual leadership adalah kepemimpinan yang didasari panggilan jiwa dan keterhubungan dengan-Nya demi menuntaskan misi yang diyakini. Seorang leader yang memiliki spiritual leadership yang tinggi motivasi utamanya bukanlah tentang kebutuhan external (gaji, jabatan dan penghargaan) tetapi tentang kebutuhan internal (makna, nilai dan kontribusi).
"Manusia diciptakan bukan untuk main-main tetapi untuk tugas memakmurkan bumi dan menjadi rahmat di bumi. Karena itu, para leader wajib memiliki misi kepemimpinan yang berperan membawa manfaat," kata Jamil di hadapan ratusan pemimpin korporasi dari para manajer hingga bisnis owner.
Jamil mengajak para peserta diajak menyusun dan menemukan Misi Kepemimpinan masing-masing. Jamil menekankan bahwa manusia diciptakan bukan sekadar untuk bekerja, tetapi untuk memakmurkan bumi dan menjadi rahmat bagi sesama.
"Ketika pemimpin hanya mengejar hasil dan pencapaian, yang terjadi adalah lack of fulfillment, pemimpin bekerja tanpa jiwa, stres, lelah batin, integritas memudar, bekerja setengah hati, dan kehabisan energi," ujar co-Founder Kubik Leadership, Jamil Azzaini dalam Public Training Spiritual Leadership yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, spiritual leadership adalah kepemimpinan yang didasari panggilan jiwa dan keterhubungan dengan-Nya demi menuntaskan misi yang diyakini. Seorang leader yang memiliki spiritual leadership yang tinggi motivasi utamanya bukanlah tentang kebutuhan external (gaji, jabatan dan penghargaan) tetapi tentang kebutuhan internal (makna, nilai dan kontribusi).
"Manusia diciptakan bukan untuk main-main tetapi untuk tugas memakmurkan bumi dan menjadi rahmat di bumi. Karena itu, para leader wajib memiliki misi kepemimpinan yang berperan membawa manfaat," kata Jamil di hadapan ratusan pemimpin korporasi dari para manajer hingga bisnis owner.
Jamil mengajak para peserta diajak menyusun dan menemukan Misi Kepemimpinan masing-masing. Jamil menekankan bahwa manusia diciptakan bukan sekadar untuk bekerja, tetapi untuk memakmurkan bumi dan menjadi rahmat bagi sesama.
(abd)
Lihat Juga :