Demo Ricuh, Massa dan Petugas Saling Pukul dan Kejar-kejaran di Depan Kejati Sultra
Selasa, 09 Maret 2021 - 12:20 WIB
loading...
Saling pukul dan kejar-kejaran mewarnai aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sultra, Selasa (9/3/2021) siang. Foto/iNews TV/Febriyono Tamenk
A
A
A
KENDARI - Unjuk rasa menuntut transparansi lelang proyek di Kabupaten Muna Barat di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung ricuh , Selasa (9/3/2021) siang.
Baca juga: 6 Juniornya Jadi Tersangka Demo Ricuh, KAHMI Babel Minta Maaf ke Gubernur
Massa pengunjuk rasa dari Bakin Sultra terlibat saling pukul hingga kejar-kejaran dengan petugas Kejati saat masa pengunjuk rasa akan membakar ban bekas.
![Demo Ricuh, Massa dan Petugas Saling Pukul dan Kejar-kejaran di Depan Kejati Sultra]()
Petugas Kejati Sultra yang tak mau ada pembakaran ban bekas kemudian menyiram kobaran api menggunakan timba air. Selanjutnya terjadi baku hantam. Pengunjuk rasa dikejar hingga ke jalan raya.
Baca juga: Hasut Pelajar Ikut Demo Ricuh, Lima Admin Media Sosial Ditangkap
Koordinator aksi unjuk rasa, Lamuduru menjelaskan, aksi unjuk rasa yang di lakukan Barisan Aktivis Keadilan (Bakin ) Sultra ini untuk meminta Kejaksaan Tinggi menangkap dan mengadili pelaku dugaan monopoli lelang proyek di Kabupaten Muna Barat.
Pengunjukrasa yang tak juga ditemui oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra akhirnya memilih membubarkan diri dan berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa massa yang lebih banyak.
Baca juga: 6 Juniornya Jadi Tersangka Demo Ricuh, KAHMI Babel Minta Maaf ke Gubernur
Massa pengunjuk rasa dari Bakin Sultra terlibat saling pukul hingga kejar-kejaran dengan petugas Kejati saat masa pengunjuk rasa akan membakar ban bekas.

Petugas Kejati Sultra yang tak mau ada pembakaran ban bekas kemudian menyiram kobaran api menggunakan timba air. Selanjutnya terjadi baku hantam. Pengunjuk rasa dikejar hingga ke jalan raya.
Baca juga: Hasut Pelajar Ikut Demo Ricuh, Lima Admin Media Sosial Ditangkap
Koordinator aksi unjuk rasa, Lamuduru menjelaskan, aksi unjuk rasa yang di lakukan Barisan Aktivis Keadilan (Bakin ) Sultra ini untuk meminta Kejaksaan Tinggi menangkap dan mengadili pelaku dugaan monopoli lelang proyek di Kabupaten Muna Barat.
Pengunjukrasa yang tak juga ditemui oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra akhirnya memilih membubarkan diri dan berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa massa yang lebih banyak.
(shf)
Lihat Juga :