Alasan Minta Pijat, Tukang Tahu di Tangerang Perkosa Gadis 14 Tahun

Senin, 08 Maret 2021 - 22:44 WIB
loading...
Alasan Minta Pijat,...
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat merilis kasus pemerkosaan tukang tahu. Foto: Hasan Kurniawan/SINDOnews
A A A
TANGERANG - Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh orang dekat kembali terulang. Kali ini terjadi di wilayah hukum Polresta Tangerang , Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang , Banten.

Pelakunya seorang pedagang tahu berinisial AS (37). Sementara korbannya, gadis berusia 14 tahun yang sehari-hari bekerja membantu AS berjualan. Tidak hanya memperkosa korban, pelaku juga mengancam menghabisi nyawa korban jika berani bercerita. Baca juga: Bantah Laporan Pemerkosaan, China Sebut Eks Napi Perempuan Uighur Pezina

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pelaku dan korban saling kenal. Saat ini, pelaku pemerkosaan sudah ditangkap petugas kepolisian dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tangerang.

"Peristiwa bermula saat tersangka meminta tolong kepada korban untuk dipijat. Usai dipijat, tersangka memerkosa korban. Korban berusaha melakukan perlawanan, namun tersangka mengancam korban," kata Wahyu kepada SINDOnews, Senin (8/3/2021).

Selama beberapa hari korban tidak berani bercerita, karena syok. Hingga akhirnya, korban memberanikan diri mengadu kepada kakaknya dan peristiwa pemerkosaan tukang tahu ini pun bisa terungkap. Baca juga: Anggota Reskrim Buru Dua Pelaku Pemerkosaan di Gubuk di Tanggamus

"Korban saat ini masih dalam pendampingan tim trauma healing Unit PPA Satreskrim Polresta Tangerang. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Anak dan terancam 15 tahun penjara," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan, kasus pemerkosaan terhadap anak dan melibatkan orang dekat ini bukan yang pertama kali terjadi.

"Untuk itu, harus ada upaya-upaya penanganan dan penindakan. Penegakkan hukum sangat penting, tapi upaya preventif atau pencegahannya, terutama dari keluarga atau orang terdekat dan masyarakat juga penting. Masyarakat juga harus melapor," tukasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Rekomendasi
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved