Tambah 14 Positif COVID-19, Pabrik Rokok Tulungagung Tetap Operasi
Selasa, 19 Mei 2020 - 04:32 WIB
loading...
A
A
A
"Sebanyak 13 orang berstatus OTG. Yang satu orang dalam perawatan. Saat ini semuanya dikarantina di Rusunawa," tambah Galih.
Pada Senin (18/5/2020) petugas medis juga kembali melakukan rapid test massal di kawasan pabrik rokok. Rapid test massal dilakukan kepada 140 orang buruh serta warga sekitar pabrik.
Rapid test massal ulang tersebut kata Galih merupakan roll model yang pernah diterapkan dalam karantina kawasan di Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol. Hasilnya (rapid test ulang) ditemukan lima orang reaktif. "Kelimanya sudah dikarantina," kata Galih.
Meski jumlah kasus positif terus bertambah, pabrik rokok Mustika hingga kini masih beroperasi. Begitu juga dua pabrik rokok lain yang masih satu grup keluarga. Juga tetap berproduksi. "Masih. Masih (beroperasi)," papar Galih.
Masih beroperasinya pabrik rokok tersebut, menurut Galih bukan persoalan. Sebab yang bekerja adalah karyawan yang statusnya normal sekaligus tidak sedang menjalani karantina mandiri.
Ia juga mengatakan rapid test massal terhadap dua pabrik rokok lain yang masih satu grup dengan pabrik Mustika, belum diperlukan. Galih berdalih, dalam pelaksanaan rapid test diperlukan skala prioritas, efektifitas, kecermatan, serta ketepatan.
Pada Senin (18/5/2020) petugas medis juga kembali melakukan rapid test massal di kawasan pabrik rokok. Rapid test massal dilakukan kepada 140 orang buruh serta warga sekitar pabrik.
Rapid test massal ulang tersebut kata Galih merupakan roll model yang pernah diterapkan dalam karantina kawasan di Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol. Hasilnya (rapid test ulang) ditemukan lima orang reaktif. "Kelimanya sudah dikarantina," kata Galih.
Meski jumlah kasus positif terus bertambah, pabrik rokok Mustika hingga kini masih beroperasi. Begitu juga dua pabrik rokok lain yang masih satu grup keluarga. Juga tetap berproduksi. "Masih. Masih (beroperasi)," papar Galih.
Masih beroperasinya pabrik rokok tersebut, menurut Galih bukan persoalan. Sebab yang bekerja adalah karyawan yang statusnya normal sekaligus tidak sedang menjalani karantina mandiri.
Ia juga mengatakan rapid test massal terhadap dua pabrik rokok lain yang masih satu grup dengan pabrik Mustika, belum diperlukan. Galih berdalih, dalam pelaksanaan rapid test diperlukan skala prioritas, efektifitas, kecermatan, serta ketepatan.
Lihat Juga :