Saat Adegan Pembunuhan Bos Toko Kelontong Blitar, Listrik Tiba-tiba Padam
Rabu, 03 Maret 2021 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
Di dekat sumur tersebut, pelaku Yuda menghabisi korban dengan kayu gagang cangkul. Korban dipukul berulang kali hingga tewas. Saat ditemukan pada 27 Februari, jasad Bisri meringkuk di atas lantai dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kedua tangan dan kakinya terikat. Kepala korban disekap dengan sarung.
Di dekat kepala menggenang darah yang berasal dari tengkorak kepala yang pecah serta luka pada bagian tubuh lain, termasuk leher. Alat bukti untuk menghabisi korban tersebut, kata Leonard ditemukan di lokasi kejadian. "Korban dipukul berkali kali hingga tewas," terang Leonard.
Aksi kekerasan yang mengakibatkan korban tewas berlangsung pada pukul 02.00 Wib dini hari. Pelaku Yuda masuk toko kelontong korban pada pukul 17.00 Wib. Ia menyelinap dengan berpura pura sebagai pembeli. Yuda yang baru lima tahun tinggal di Desa Jatinom dan sebelumnya hidup di Sumatera tersebut, memanfaatkan situasi toko yang saat itu ramai pembeli.
Sebelum menyerang korban, pelaku sempat bersembunyi beberapa jam di dalam toko. "Pelaku mengenal toko korban. Ia sempat menutup CCTV yang ada dalam toko," kata Leonard. Diduga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya emosi warga, dalam beberapa adegan, yakni terutama di bagian depan, petugas merapatkan pintu toko.
Dari celah sempit pintu harmonika, tampak adegan pelaku Yuda mengangkat gagang cangkul, lalu kemudian meletakkan di dekatnya. Tersangka Yuda juga memperagakan adegan membuka laci toko tempat korban menyimpan uang. Informasi yang dihimpun, dari laci tersebut tersangka mengambil uang Rp 1,5 juta. Kemudian di kamar korban, ia juga mendapatkan uang Rp 250 ribu.
Uang tersebut berada di dalam dompet. Sementara ponsel korban justru ia biarkan. Informasinya, uang dari korban tersebut hendak digunakan pelaku untuk membayar cicilan sepeda motor. "Soal benda atau besar uang yang diambil pelaku, kita masih melakukan pengembangan," tambah Leonard. Tepat pukul 19.11 WIB atau sekitar satu jam setengah, reka ulang adegan belum juga selesai.
Di dekat kepala menggenang darah yang berasal dari tengkorak kepala yang pecah serta luka pada bagian tubuh lain, termasuk leher. Alat bukti untuk menghabisi korban tersebut, kata Leonard ditemukan di lokasi kejadian. "Korban dipukul berkali kali hingga tewas," terang Leonard.
Aksi kekerasan yang mengakibatkan korban tewas berlangsung pada pukul 02.00 Wib dini hari. Pelaku Yuda masuk toko kelontong korban pada pukul 17.00 Wib. Ia menyelinap dengan berpura pura sebagai pembeli. Yuda yang baru lima tahun tinggal di Desa Jatinom dan sebelumnya hidup di Sumatera tersebut, memanfaatkan situasi toko yang saat itu ramai pembeli.
Sebelum menyerang korban, pelaku sempat bersembunyi beberapa jam di dalam toko. "Pelaku mengenal toko korban. Ia sempat menutup CCTV yang ada dalam toko," kata Leonard. Diduga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya emosi warga, dalam beberapa adegan, yakni terutama di bagian depan, petugas merapatkan pintu toko.
Dari celah sempit pintu harmonika, tampak adegan pelaku Yuda mengangkat gagang cangkul, lalu kemudian meletakkan di dekatnya. Tersangka Yuda juga memperagakan adegan membuka laci toko tempat korban menyimpan uang. Informasi yang dihimpun, dari laci tersebut tersangka mengambil uang Rp 1,5 juta. Kemudian di kamar korban, ia juga mendapatkan uang Rp 250 ribu.
Uang tersebut berada di dalam dompet. Sementara ponsel korban justru ia biarkan. Informasinya, uang dari korban tersebut hendak digunakan pelaku untuk membayar cicilan sepeda motor. "Soal benda atau besar uang yang diambil pelaku, kita masih melakukan pengembangan," tambah Leonard. Tepat pukul 19.11 WIB atau sekitar satu jam setengah, reka ulang adegan belum juga selesai.
Lihat Juga :