Tragis, Pembuluh Darah Pecah Penyebab PSK Tewas di Tempat Pembakaran Batu Merah
Rabu, 03 Maret 2021 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini dikuatkan dengan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga. Beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan UM memang mengalami penurunan. UM disebut mengidap penyakit hipertensi dan beberapa penyakit lain. Akibat komplikasi penyakit itulah, tekanan darah UM naik dan membuat pembuluh darah di bagian otak pecah.
"Keterangan dari pihak keluarga memang yang bersangkutan sudah lama menderita penyakit hipertensi. Selain itu dari keterangan dokter, yang bersankutan juga menderita penyakit jantung, diabetes serta lambung," tandas Rifaldy.
Baca juga: Polisi Bongkar Makam PSK yang Tewas di Tempat Pembakaran Bata Merah
Sebelumnya, penemuan jasad UM menggemparkan warga karena ditemukan dalam kondisi terlentang. Nampak darah berceceran di sekitar kepala korban. Ketika itu, UM juga dalam kondisi setengah telanjang. Daster yang dikenakannya tersingkap ke atas tanpa mengenakan celana dalam. Diduga ia meninggal usai melayani pelanggannya di lokasi tersebut.
Untuk memastikan penyebab kematian wanita paruh baya itu, polisi kemudian membongkar makamnya setelah dua hari dikebumikan. Pascaditemukan pada Minggu (18/2/2021) sekira pukul 06.30 WIB di tanah tempat pembakaran bata merah milik Ngatiman (43), warga setempat.
"Keterangan dari pihak keluarga memang yang bersangkutan sudah lama menderita penyakit hipertensi. Selain itu dari keterangan dokter, yang bersankutan juga menderita penyakit jantung, diabetes serta lambung," tandas Rifaldy.
Baca juga: Polisi Bongkar Makam PSK yang Tewas di Tempat Pembakaran Bata Merah
Sebelumnya, penemuan jasad UM menggemparkan warga karena ditemukan dalam kondisi terlentang. Nampak darah berceceran di sekitar kepala korban. Ketika itu, UM juga dalam kondisi setengah telanjang. Daster yang dikenakannya tersingkap ke atas tanpa mengenakan celana dalam. Diduga ia meninggal usai melayani pelanggannya di lokasi tersebut.
Untuk memastikan penyebab kematian wanita paruh baya itu, polisi kemudian membongkar makamnya setelah dua hari dikebumikan. Pascaditemukan pada Minggu (18/2/2021) sekira pukul 06.30 WIB di tanah tempat pembakaran bata merah milik Ngatiman (43), warga setempat.
(nic)
Lihat Juga :