Lupa PSBB, Ridwan Kamil Minta TNI/Polri Kembali Perketat Aktivitas Warga
Senin, 18 Mei 2020 - 19:32 WIB
loading...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang meminta aparat TNI/Polri memperketat lagi aktivitas warga. Foto/dok.Humas Pemprov Jabar
A
A
A
BANDUNG - Aktivitas masyarakat yang kembali meningkat di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil khawatir. Dia pun meminta aparat TNI/Polri memperketat lagi aktivitas masyarakat untuk menekan peluang penularan virus Corona (COVID-19).
"Kami minta Kapolda dan Pangdam agar lakukan siaga satu. Dari minggu ini, dari sekarang sampai Lebaran karena potensi lalu lintas akan naik," pinta Ridwan Kamil di Bandung, Senin (18/5/2020).
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, sebelum dan selama awal PSBB Jabar diberlakukan, aktivitas masyarakat menurun hingga tinggal 20 persen dan kembali meningkat menjadi 30 persen. Bahkan dalam tiga hari terakhir ada kenaikan aktivitas menjadi 40 persen.
"Jangan sampai keberhasilan Jabar di PSBB terganggu oleh dinamika jelang Lebaran. Pergerakan masyarakat harus terus dibatasi supaya penularan COVID-19 bisa ditekan. Kalau ada pergerakan, setelah Idul Fitri saya khawatir malah akan meningkat kasusnya. Padahal penyebaran COVID-19 masih harus diwaspadai," tegas Kang Emil.
(Baca:50% Wilayah Jawa Barat Masih Berstatus Zona Merah COVID-19)
"Kami minta Kapolda dan Pangdam agar lakukan siaga satu. Dari minggu ini, dari sekarang sampai Lebaran karena potensi lalu lintas akan naik," pinta Ridwan Kamil di Bandung, Senin (18/5/2020).
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, sebelum dan selama awal PSBB Jabar diberlakukan, aktivitas masyarakat menurun hingga tinggal 20 persen dan kembali meningkat menjadi 30 persen. Bahkan dalam tiga hari terakhir ada kenaikan aktivitas menjadi 40 persen.
"Jangan sampai keberhasilan Jabar di PSBB terganggu oleh dinamika jelang Lebaran. Pergerakan masyarakat harus terus dibatasi supaya penularan COVID-19 bisa ditekan. Kalau ada pergerakan, setelah Idul Fitri saya khawatir malah akan meningkat kasusnya. Padahal penyebaran COVID-19 masih harus diwaspadai," tegas Kang Emil.
(Baca:50% Wilayah Jawa Barat Masih Berstatus Zona Merah COVID-19)
Lihat Juga :