Hasil Tracing Jamaah Ziarah yang Positif COVID-19, Ada 147 Warga Kontak Erat
Selasa, 02 Maret 2021 - 19:06 WIB
loading...
Suasana di salah satu rumah yang berada di Kampung Pangkalan RW 10, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, KBB, dimana ada sebanyak 39 warganya positif COVID-19 usai melakukan ziarah ke luar kota. Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG BARAT - Puskesmas Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melakukan tracing kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW 10, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, KBB.
Hasil traking yang dilakukan diketahui total ada 147 warga yang kontak erat baik secara langsung dan tidak langsung dengan jamaah ziarah yang telah diketahui 39 orang positif COVID-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri.
"Hasil traking ada 147 kontak erat. Mereka akan menjalani swab test untuk memastikan kondisi kesehatannya," kata Plt Kepala Puskesmas Ciwaruga, Ika Jatnikawati, Selasa (2/3/2021).
Baca juga: Warga Mengeluh Mata Air Mengering Setelah Muncul Proyek Kereta Cepat
Menurutnya dari 147 kontak erat, sudah ada 25 orang yang menjalani swab test dan masih menunggu hasilnya keluar. Rencananya semuanya akan menjalani swab test untuk meminimalisasi potensi penularan. Mengingat jika tidak dilakukan swab test khawatir malah akan semakin banyak kasusnya.
Hasil traking yang dilakukan diketahui total ada 147 warga yang kontak erat baik secara langsung dan tidak langsung dengan jamaah ziarah yang telah diketahui 39 orang positif COVID-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri.
"Hasil traking ada 147 kontak erat. Mereka akan menjalani swab test untuk memastikan kondisi kesehatannya," kata Plt Kepala Puskesmas Ciwaruga, Ika Jatnikawati, Selasa (2/3/2021).
Baca juga: Warga Mengeluh Mata Air Mengering Setelah Muncul Proyek Kereta Cepat
Menurutnya dari 147 kontak erat, sudah ada 25 orang yang menjalani swab test dan masih menunggu hasilnya keluar. Rencananya semuanya akan menjalani swab test untuk meminimalisasi potensi penularan. Mengingat jika tidak dilakukan swab test khawatir malah akan semakin banyak kasusnya.
Lihat Juga :