Warga Mengeluh Mata Air Mengering Setelah Muncul Proyek Kereta Cepat

Selasa, 02 Maret 2021 - 16:19 WIB
loading...
Warga Mengeluh Mata...
Sumber mata air di Kampung Dangdeur, RT 03/09, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, KBB, yang mengering dan diikeluhkan warga karena terjadi semenjak adanya proyek KCJB di lokasi tersebut. Foto/MPI/Adi Haryanto
A A A
BANDUNG BARAT - Sejumlah sumber mata air yang ada di wilayah Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami penurunan debit air yang sangat drastis dan mengering.

Kondisi itu baru terjadi setelah dibangunnya trase proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dikerjakan di kawasan tersebut dalam dua tahun terakhir.

Sumber mata air yang pertama berada di Kampung Dangdeur, RT 03/09, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, KBB. Kemudian mata air kedua di Kampung Pangkalan RW 12, desa dan kecamatan yang sama yang dimanfaatkan oleh ratusan kepala keluarga (KK).

Baca juga: Ratusan Warga Bandung Alami Efek Samping Setelah Divaksin, Kenapa?

Warga meyakini sumber air yang menghidupi puluhan rumah di kampung tersebut hilang akibat campur tangan proyek KCJB. Apalagi jarak mata air tersebut dengan lokasi proyek pembuatan trase dan terowongan hanya sekitar 100 meter.

"Sejak dua tahun terakhir mata air yang dipakai warga di sini mengering, sebelumnya belum pernah. Warga curiga adanya proyek keret cepat yang dikerjakan tidak jauh dari sumber mata air," kata salah seorang warga Kampung Dangdeur, RT 03/09, Desa Cikalong, Alit Suryana (59), Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Toko Kue Legendaris di Bandung Terbakar, Pegawai Berhamburan Selamatkan Diri

Menurutnya sebelum adanya mega proyek nasional tersebut, mata air Sumumput tidak pernah mengalami kekeringan meski dilanda kemarau berkepanjangan. Warga berharap di saat musim hujan seperti ini diharapkan air bisa muncul lagi, akan tetapi malah tetap tidak kunjung mengalir. Akibatnya warga harus meminta air dari kampung tetangga dengan memasang selang.

"Sebenarnya pihak PT KCIC sudah pernah membuatkan sumur bor tiga kali. Namun semuanya gagal tidak mengeluarkan air, sehingga tidak dimanfaatkan warga," terangnya.

Terpisah kepala Dusun IV Desa Cikalong, Agustian Hidayat menyebutkan, untuk kekeringan mata air di Kampung Pangkalan imbasnya dirasakan oleh masyarakat di satu RW atau sekitar 104 KK. Dia pun mengaku kondisi itu terjadi sejak adanya proyek kereta, mengingat titik sumber mata airnya tepat berada di atas terowongan kereta cepat.

"Mungkin karena sumber mata airnya ada di atas terowongan jadi ada imbasnya. Kami juga sudah melayangkan surat ke PT KCIC terkait kondisi ini, karena warga sangat perlu air untuk kebutuhan sehari-hari," tuturnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Balik Long Weekend...
Arus Balik Long Weekend Padati Whoosh, Separuh Penumpang Bergerak ke Jakarta
Ada Benda Asing Masuk...
Ada Benda Asing Masuk Lintasan, Whoosh Berhenti di Jalur Layang Kopo
Jelang Imlek, Penumpang...
Jelang Imlek, Penumpang Whoosh Tembus 25 Ribu Orang Per Hari
83 Kantong Jenazah Dievakuasi...
83 Kantong Jenazah Dievakuasi dari Lokasi Longsor Bandung Barat, Pencarian Dilanjutkan
Tinjau Korban Longsor...
Tinjau Korban Longsor di Cisarua, Stafsus Menag: Bagian dari Traumatic Healing
Hari Kedelapan Operasi...
Hari Kedelapan Operasi SAR Longsor Bandung Barat, Total 70 Kantong Jenazah Dievakuasi
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Sambut Libur Panjang,...
Sambut Libur Panjang, Whoosh Beri Diskon Rombongan hingga 20 Persen
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Rekomendasi
Resmikan Monumen Kudatuli,...
Resmikan Monumen Kudatuli, Megawati: Menggambarkan Kesabaran Revolusioner
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
Kemenkes Gelar Investigasi...
Kemenkes Gelar Investigasi Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
Polisi Dalami Motif...
Polisi Dalami Motif Dokter Muda Loncat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
Puslabfor Polri Datangi...
Puslabfor Polri Datangi Klinik Mordent, Olah TKP Lanjutan Kematian Sutrimo
Infografis
Proyek Kereta Cepat...
Proyek Kereta Cepat Whoosh Rugikan WIKA Rp7,12 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved