Dendam Kesumat sering Diplonco, Murid Bunuh Pendekar Silat di Banten
Senin, 01 Maret 2021 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Namun, upaya itu sia-sia. Tim Reskrim Polres Serang Kota dengan mudah menangkapnya yang sedang tertidur lelap di sebuah Masjid di Sekupang. "Pelaku setelah melakukan aksinya melarikan diri ke arah Lampung. Selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Riau. Dari Riau menyebrang sampai ke Sekupang. Alhamdulilah tim kami, 28 Februari berhasil mengamankan pelaku di wilayah Sekupang. Pelaku tidur di Masjid tanpa perlawanan, pelaku bersikap kooperatip," ungkapnya.
Dari tangan pelaku, Polisi menyita barang bukti berupa pisau yang digunakan untuk menusuk gurunya. Saat ini, pelaku telah mendekap dibalik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Barang bukti yang diamankan sembilah pisau yang digunakan pelaku menusuk ulu hati dari pada korban. Pisau ini sengaja pelaku bawa di sisi pinggangnya. Pada saat kejadian pelaku cabut pisaunya. Kemudian sembilah kayu yang dipukul kepada korban yang berhasil kita amankan dan pakaian korban yang masih bercak darah," jelasnya.
Menurut AKP Nandar, pihaknya masih melakukan pendalaman dan akan memeriksa kejiwaan pelaku. Sebab, ada informasi pelaku mengalami depresi.
"Memang informasinya seperti itu (depresi). Kita masih mendalami pemeriksaan terhadap ahli psikologi juga. Namun hubungan mereka adalah murid dan guru. Pelaku dulu pernah diplonco ya. Itu jadi salah satu dasar adanya cekcok, emosi. (Guru) Dalam bela diri," katanya.
Dari tangan pelaku, Polisi menyita barang bukti berupa pisau yang digunakan untuk menusuk gurunya. Saat ini, pelaku telah mendekap dibalik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Barang bukti yang diamankan sembilah pisau yang digunakan pelaku menusuk ulu hati dari pada korban. Pisau ini sengaja pelaku bawa di sisi pinggangnya. Pada saat kejadian pelaku cabut pisaunya. Kemudian sembilah kayu yang dipukul kepada korban yang berhasil kita amankan dan pakaian korban yang masih bercak darah," jelasnya.
Menurut AKP Nandar, pihaknya masih melakukan pendalaman dan akan memeriksa kejiwaan pelaku. Sebab, ada informasi pelaku mengalami depresi.
"Memang informasinya seperti itu (depresi). Kita masih mendalami pemeriksaan terhadap ahli psikologi juga. Namun hubungan mereka adalah murid dan guru. Pelaku dulu pernah diplonco ya. Itu jadi salah satu dasar adanya cekcok, emosi. (Guru) Dalam bela diri," katanya.
(shf)
Lihat Juga :