Dendam Kesumat sering Diplonco, Murid Bunuh Pendekar Silat di Banten

Senin, 01 Maret 2021 - 18:08 WIB
loading...
Dendam Kesumat sering...
Kasatreskrim Polresta Serang Kota AKP M Nandar menunjukkan barang bukti yang dipakai tersangka A alias M untuk membunuh guru silatnya, Senin (1/3/2021). Foto/SINDOnews/Teguh Mahardika
A A A
SERANG - Dendam kesumat, A alias M (45) warga asal Baros, Kabupaten Serang, Banten, tega menghabisi guru silatnya secara sadis lantaran sering diplonco. Pembunuhan terjadi Jumat, 15 Januari 2021 lalu. Saat itu, korban bernama Ato atau Suparta (61) warga Kecamatan Baros terlibat cekcok dengan pelaku.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Guru Ngaji di Cibinong Terancam Penjara Seumur Hidup

Pada saat itu juga, pelaku yang kesal dan emosi mengingat perilaku guru silatnya pernah melakukan perploncoan akhirnya mencabut pisau yang disimpan di pinggangnya. Kemudian, pisau itu ditusukan tepat di ulu hati korban sampai akhirnya tewas.

Baca juga: Tangis Histeris Pecah, Keluarga 2 Gadis yang Tewas Dibunuh Polisi Tuntut Hukuman Mati

"Motif yang dilakukan kepada korban karena cekcok dan kekesalannya karena hubungan korban antara pelaku murid dan guru. Ia (korban) mengalami luka tusukan di ulu hati yang menyebabkan meninggal dunia," kata Kasatreskrim Polresta Serang Kota AKP M Nandar, Senin (1/3/2021).

Setelah membunuh korban, pelaku melarikan diri ke daerah Sekupang, Kepulauan Riau dengan modal nekat naik mobil. Pengalamannya sebagai sopir hafal dengan trayek, menuntunnya menyebrang pulau untuk menghilangkan jejak.



Namun, upaya itu sia-sia. Tim Reskrim Polres Serang Kota dengan mudah menangkapnya yang sedang tertidur lelap di sebuah Masjid di Sekupang. "Pelaku setelah melakukan aksinya melarikan diri ke arah Lampung. Selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Riau. Dari Riau menyebrang sampai ke Sekupang. Alhamdulilah tim kami, 28 Februari berhasil mengamankan pelaku di wilayah Sekupang. Pelaku tidur di Masjid tanpa perlawanan, pelaku bersikap kooperatip," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, Polisi menyita barang bukti berupa pisau yang digunakan untuk menusuk gurunya. Saat ini, pelaku telah mendekap dibalik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Barang bukti yang diamankan sembilah pisau yang digunakan pelaku menusuk ulu hati dari pada korban. Pisau ini sengaja pelaku bawa di sisi pinggangnya. Pada saat kejadian pelaku cabut pisaunya. Kemudian sembilah kayu yang dipukul kepada korban yang berhasil kita amankan dan pakaian korban yang masih bercak darah," jelasnya.

Menurut AKP Nandar, pihaknya masih melakukan pendalaman dan akan memeriksa kejiwaan pelaku. Sebab, ada informasi pelaku mengalami depresi.

"Memang informasinya seperti itu (depresi). Kita masih mendalami pemeriksaan terhadap ahli psikologi juga. Namun hubungan mereka adalah murid dan guru. Pelaku dulu pernah diplonco ya. Itu jadi salah satu dasar adanya cekcok, emosi. (Guru) Dalam bela diri," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Zulhas Hadiri Pelantikan...
Zulhas Hadiri Pelantikan DPW PAN Provinsi Banten di Tangerang
Tragis, Pria Tewas Dibacok...
Tragis, Pria Tewas Dibacok OTK di Cengkareng
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
ADCC Indonesia Open...
ADCC Indonesia Open 2026 Digelar Perdana di Jakarta, Bidik Indonesia Jadi Pusat Grappling Asia
Navaswara Angkat Legenda...
Navaswara Angkat Legenda Banten Lewat Festival Storytelling Suara Nusantara 2026
Rekomendasi
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved