DPRD Jatim Usut Kematian Tenaga Kesehatan Blitar Usai Divaksin COVID-19
Rabu, 24 Februari 2021 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
"Ini untuk memperoleh investigasi dari penyebab kematian," kata Heri Romadlon yang juga bendahara DPW PAN Jawa Timur. Sementara Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar Endah Woro Utami mengatakan belum mengetahui penyebab kematian nakes Erni.
Termasuk dari mana nakes Erni terpapar COVID-19 paska disuntik vaksin, Woro juga mengaku belum tahu. Ia hanya memastikan nakes Erni termasuk orang orang yang lolos screening vaksinasi. Meski tergolong obesitas, yang bersangkutan dinyatakan sehat, serta tidak memiliki penyakit penyerta.
Woro juga menandaskan, sembilan hari paska suntikan vaksin pertama, imun atau antibodi tubuh belum terbentuk. Siapapun masih bisa terpapar COVID-19. "Kalau terpapar dari mana kita tidak tahu. Karena riwayatnya pernah pergi juga," kata Woro menjelaskan.
Woro juga mengatakan, telah menyerahkan kasus kematian nakes Erny paska vaksinasi tersebut ke Provinsi Jatim. Semua kronologis kejadian, kata dia, sudah diserahkan ke provinsi. Hingga kini pihaknya juga belum mengetahui penyebab kematian. "Segala analisis dan kemungkinan kita kembalikan ke ahlinya, dalam hal ini provinsi," terang Woro.
Termasuk dari mana nakes Erni terpapar COVID-19 paska disuntik vaksin, Woro juga mengaku belum tahu. Ia hanya memastikan nakes Erni termasuk orang orang yang lolos screening vaksinasi. Meski tergolong obesitas, yang bersangkutan dinyatakan sehat, serta tidak memiliki penyakit penyerta.
Woro juga menandaskan, sembilan hari paska suntikan vaksin pertama, imun atau antibodi tubuh belum terbentuk. Siapapun masih bisa terpapar COVID-19. "Kalau terpapar dari mana kita tidak tahu. Karena riwayatnya pernah pergi juga," kata Woro menjelaskan.
Woro juga mengatakan, telah menyerahkan kasus kematian nakes Erny paska vaksinasi tersebut ke Provinsi Jatim. Semua kronologis kejadian, kata dia, sudah diserahkan ke provinsi. Hingga kini pihaknya juga belum mengetahui penyebab kematian. "Segala analisis dan kemungkinan kita kembalikan ke ahlinya, dalam hal ini provinsi," terang Woro.
(msd)
Lihat Juga :