Dicecar DPRD Soal Banjir Jakarta, Dinas SDA DKI Akan Lakukan Ini
Selasa, 23 Februari 2021 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta Juaini Yusuf mengaku akan terus berupaya agar pelaksanaan program pengendalian banjir tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. Antara lain, dengan menggencarkan program pembangunan waduk situ dan embung di 4 lokasi wilayah yang bepotensi banjir.
Diantaranya, Waduk Brigif dengan luas 10,33 hektare, Waduk Pondok Rangon dengan luas 11,55 hektare, Waduk Lebak Bulus dengan luas 3,83 hektare, serta Embung Wirajasa seluas 0,47 hektare. “Kegiatan ini posisinya sedang lelang dan mungkin di sekitar April atau Mei kita akan mulai proses konstruksi,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan agar program peningkatan kapasitas sungai dan drainase sebagai upaya penanggulangan banjir di DKI Jakarta. Salah satunya, dengan menggencarkan pembangunan drainase vertikal dengan spesifikasi khusus dengan target 5.000 titik di seluruh wilayah.
“Ada beberapa macam drainase yang nanti akan kita buat, untuk sumur resapan dangkal bisa sampai lima meter dengan bahan besi beton jenis kedua dua sumur resapan dalam lokasi berwarna orange dengan kedalaman sekitar 50 meter,” ungkap Juaini.
Sementara itu, Asisten bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Yusmada Faizal memastikan bahwa Pemprov akan tetap konsisten menjalankan program pengendalian banjir di sepanjang tahun 2021. Termasuk perencananan-perencanaan yang dilakukan sebelum pembangunan infrastruktur pengendali banjir dilakukan. “Jadi memang kita harus teruskan fokus pada upaya mitigasinya,” tutup Yusmada.
Diantaranya, Waduk Brigif dengan luas 10,33 hektare, Waduk Pondok Rangon dengan luas 11,55 hektare, Waduk Lebak Bulus dengan luas 3,83 hektare, serta Embung Wirajasa seluas 0,47 hektare. “Kegiatan ini posisinya sedang lelang dan mungkin di sekitar April atau Mei kita akan mulai proses konstruksi,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan agar program peningkatan kapasitas sungai dan drainase sebagai upaya penanggulangan banjir di DKI Jakarta. Salah satunya, dengan menggencarkan pembangunan drainase vertikal dengan spesifikasi khusus dengan target 5.000 titik di seluruh wilayah.
“Ada beberapa macam drainase yang nanti akan kita buat, untuk sumur resapan dangkal bisa sampai lima meter dengan bahan besi beton jenis kedua dua sumur resapan dalam lokasi berwarna orange dengan kedalaman sekitar 50 meter,” ungkap Juaini.
Sementara itu, Asisten bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Yusmada Faizal memastikan bahwa Pemprov akan tetap konsisten menjalankan program pengendalian banjir di sepanjang tahun 2021. Termasuk perencananan-perencanaan yang dilakukan sebelum pembangunan infrastruktur pengendali banjir dilakukan. “Jadi memang kita harus teruskan fokus pada upaya mitigasinya,” tutup Yusmada.
(hab)
Lihat Juga :