DKI Disarankan Lakukan Pendekatan Normalisasi dan Naturalisasi dalam Menata Bantaran Sungai

Selasa, 23 Februari 2021 - 00:31 WIB
loading...
DKI Disarankan Lakukan...
Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, terendam banjir pada akhir pekan lalu akibat intensitas hujan yang tinggi.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Beberapa hari belakangan, Ibu Kota sempat terendam banjir di beberapa titik. Curah hujan yang cukup tinggi dan banjir kiriman dari Bogor membuat air sungai meluap.

Menanggapi hal itu, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, Gubernur DKI, Anies Baswedan abai terhadap tugasnya melakukan penataan sungai. "Banjir yang menggenangi Jakarta masuk kategori banjir kiriman. Di mana air hujan dari Bogor dan Depok meluap menggenangi permukiman di bantaran dan sekitar sungai-sungai yang menunjukkan bahwa Gubernur DKI tidak melakukan PR-nya membenahi sungai yang kapasitasnya sudah tidak memadai," kata Nirwono saat dihubungi SINDOnews, Senin (22/2/2021).

Dia menuturkan, sejumlah PR bagi Anies terus menanti. Apabila dibiarkan maka Jakarta akan terus tergenang banjir."Gubernur harus membenahi sungai dengan melebarkan badan sungai merelokasi warga ke rusunawa dan menata bantaran dengan memadukan pendekatan normalisasi dan naturalisasi, mengeruk dan memperdalam sungai untuk meningkatkan kapasitas daya tampung sungai," tuturnya.

Nirwono melanjutkan, selain itu banjir Jakarta diperparah dengan buruknya sistem drainase kotanya sehingga beberapa ruas jalan dan underpass/terowongan tergenang banjir. Baca: Anies-Riza Patria Dinilai Gagal Mengantisipasi dan Mengatasi Banjir Jakarta

"Gubernur DKI harus merehabilitasi saluran air kota. Pemprov DKI harus merehabilitasi saluran air secara menyeluruh dan terpadu, mulai dari saluran mikro/lingkungan, saluran meso/kawasan, saluran makro/kota, dimensi saluran air diperbesar secara berjenjang, misal dari semula 1,5 m diperbesar jadi 3-5 m, ditata jaringan utilitas bawah tanah/dalam saluran sehingga tidak tumpang tindih, dirawat bebas sampah dan lumpur. Saluran air terhubung dengan situ/danau/embung/waduk terdekat sehingga air hujan tidak langsung dibuang ke sungai terus ke laut, tetapi ditampung untuk cadangan air di musim kemarau," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Rekomendasi
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Benarkah Tidur Tanpa...
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Lebih Sehat? Ini Manfaat dan Risikonya Menurut Ahli
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
Jakarta Menuju Kota...
Jakarta Menuju Kota Global, Ida Fauziyah: Empat Pilar Kebangsaan Jangan Dilupakan
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved