Purwakarta Gempar, Gagal Beli Motor Ninja Restu Panji Ngamuk Hancurkan Rumah

loading...
Purwakarta Gempar, Gagal Beli Motor Ninja Restu Panji Ngamuk Hancurkan Rumah
Gara-gara gagal membeli motor Ninja, Restu Panji Ramdhan (22) ngamuk merusak rumahnya di di Ciseureuh, Purwakarta hingga dinding ambruk. Foto/iNews.id/Asep Supiandi
PURWAKARTA - Ulah pemuda di Ciseureuh, Purwakarta , Jabar ini keterlaluan. Gara-gara gagal membeli motor Ninja, Restu Panji Ramdhan (22) ngamuk dan merusak rumah. Dinding rumah pun ambruk.

Baca juga: Kerap Mengamuk dan Khawatir Mengganggu Warga, Bunbun Terpaksa Dipasung

Ulahnya membuat warga resah dan memilih berdiam di rumah dan mengintip dari balik jendela. Para tetangga tak berani menghentikan tindakan Restu Panji Ramdhan karena takut.

Baca: Mendadak Jadi Miliarder, Para Petani di Kuningan Borong Emas hingga Kendaraan

Hingga akhirnya, ayah Restu mendatangi dan berusaha menenangkan. Setelah berkali-kali dibujuk, Restu dapat tenang dan masuk ke kamarnya untuk makan. Sementara ayahnya, Wawan Suwardi (51) membereskan puing-puing tembok dinding yang ambruk.



Baca juga: Pura-pura Numpang Mandi di Praktik Dokter, Yaya Malah Curi Motor

"Kondisi kejiwaan anak saya tidak normal sejak 2017 lalu. Dia sudah bertahun-tahun tinggal sendiri di rumah ini. Sedangkan saya bersama istri tinggal di rumah saudara di sekitar Fly Over Jalan SMP 5," kata Wawan, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, berkali-kali dilakukan pengobatan namun tidak pernah berhasil. Karena pengobatan yang dijalani anaknya tidak pernah tuntas. Wawan sudah pasrah dan membiarkan anaknya hidup sendiri di rumah yang sebagian dinding sudah hampir roboh. Dinding yang jebol tidak hanya dirusak Restu, melainkan juga akibat diterjang hujan dan angin.



"Saya pasrah saja, terkadang juga sering dipukuli kalau keinginan tidak dipenuhi. Apalagi dengan profesi menjadi tukang sapu di kantin salah satu pabrik. Tidak mungkin bisa mengobati dengan biaya yang pastinya mahal," ujar wawan.

Sementara itu, Mantri Polisi (MP) Kelurahan Cisereuh, Dede Ridwan M Nur dan MP Kecamatan Purwakarta, Dikki Sukmawijaya mendatangi lokasi untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan. Setelah dilakukan komunikasi dengan orang tuanya, mereka berjanji akan melakukan penanganan dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos)

Kondisi Restu juga sangat memprihatinkan, dia tinggal di salah satu kamar dengan kasur yang sudah usang. Beberapa dinding tampak jebol dengan lantai kotor penuh puing-puing. Dengan bertelanjang dada dia asyik menyulut sebatang rokok, seperti tak pernah terjadi apapun.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top