Ganjil Genap di Kota Bogor, Ribuan Kendaraan Masih Coba Masuk

Senin, 22 Februari 2021 - 11:16 WIB
loading...
Ganjil Genap di Kota...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
BOGOR - Volume kendaraan yang masuk ke Kota Bogor menurun saat pemberlakuan sistem ganjil genap, Minggu 21 Februari 2021. Sebanyak 7.000 kendaraan mengarah ke Kota Bogor diputar balik dan itu menurun dari Sabtu sebanyak 8.000 kendaraan.

Kepala Bagian Operasi Polresta Bogor Kota, Kompol Prasetyo Purbo menuturkan, berdasarkan data rekap pada pelaksanaan ganjil genap Minggu (21/02/2021) pukul 09.00 hingga pukul 18.00, sebanyak 7.933 kendaraan diputar balik. Dengan rincian 3.278 kendaraan roda empat, dan 4.655 kendaraan roda dua.

“Sementara hanya ada 4 pelanggar yang dikenakan sanksi administrasi dan nihil sanksi sosial,” kata Pras, Senin (22/2/2021. Baca juga: Ini Aturan Lengkap Perpanjangan Ganjil Genap di Kota Bogor saat Akhir Pekan

Jumlah akulumatif kendaraan yang diputar balik itu menurun dibanding satu hari sebelumnya. Pada Sabtu 20 Februari 2021 jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 8.138 kendaraan, 3 sanksi administrasi dan jumlah 6 sanksi sosial.

Kompol Prasetyo menjelaskan, giat operasi ganjil genap ditujukan dalam mereduksi masyarakat yang masuk ke dalam Kota Bogor dan mengurangi aktivitas kerumunan orang.

Ganjil genap menerapkan skala prioritas dimana aktivitas masyarakat dalam bekerja, mulai dari transportasi publik, sembako, serta element satgas covid dan tenaga medis, masih dapat beraktivitas normal.



Wali Kota Bogor Bima Arya menilai pemberlakuan ganjil genap selama tiga kali akhir pekan berhasil menurunkan tingkat kerumunan di wilayahnya.

"Sehingga jumlah penularan kasus Covid-19 dari hari ke hari terus mengalami penurunan juga," ungkapnya. Baca juga: Bogor Perpanjang Ganjil Genap, Bima Arya: Kasus Positif Menurun Signifikan

Meski demikikian, pihaknya belum bisa menghitung seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi. Ia berharap ada kenaikan dari sisi ekonomi, sehingga sisi ekonomi dan kesehatan bisa seimbang.

"Mudah-mudahan ada kenaikan, jadi ada keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi," jelasnya. Bima juga menyebut jumlah pelanggar ganjil genap tidak terlalu signifikan. Artinya, program ganjil genap tersosialisasi dengan baik.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Berhasil Bongkar...
Polisi Berhasil Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis Terbesar di Jawa Barat
Kronologi Pembunuhan...
Kronologi Pembunuhan Sekuriti di Bogor oleh Anak Majikan
Kronologi Bentrok Suporter...
Kronologi Bentrok Suporter PSIS-Persita Tangerang yang Akibatkan 2 Bus Rusak Parah
Rekomendasi
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Berita Terkini
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Gubernur Mathius Dukung...
Gubernur Mathius Dukung Roadmap Pengelolaan Kehutanan Berkelanjutan di Papua
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Pramono Tegaskan Tak...
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil Genap
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
Infografis
Jadwal Ganjil Genap,...
Jadwal Ganjil Genap, One Way dan Contra Flow di Tol Mudik 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved