Alat Deteksi Rusak! Bukit di Lereng Wilis Nganjuk Retak, Ratusan Warga Tiap Malam Mengungsi
Minggu, 21 Februari 2021 - 10:23 WIB
loading...
Sebuah bukit di Lereng Gunung Wilis, Dusun Petungulung, Desa Margoopatut, Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur kembali mengalami retakan. Foto iNews TV/Mukhtar B
A
A
A
NGANJUK - Sebuah bukit di Lereng Gunung Wilis, Dusun Petungulung, Desa Margoopatut, Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur kembali mengalami retakan . Hal ini membuat trauma warga betapa tidak karena wilayah Nganjuk baru saja terjadi bencana longsor yang menewaskan 19 orang.
![Alat Deteksi Rusak! Bukit di Lereng Wilis Nganjuk Retak, Ratusan Warga Tiap Malam Mengungsi]()
Akibatnya setiap malam ratusan warga yang tinggal di bawah tebing tersebut terpaksa diungsikan.
Baca juga: Longsor Nganjuk, 101 Warga Mengungsi dan 7 Warga Hilang
Paeran Ketua Rt II Dusun Petungulung mengatakan, retakan bukit yang berpotensi longsor di Dusun Petungulung, Desa Margoopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk ini sudah berlangsung beberapa hari.
“Dimana tanah diatas bukit yang dihuni oleh banyak warga ini mengalami retak dengan ukuran yang cukup panjang mencapai 250 meter. Agar tidak dimasuki air dan menimbulkan longsor warga berinisiatif menutup retakan tanah tersebut dengan tanah dan plastik,” kata Paeran Ketua Rt II Dusun Petungulung.
Untuk mengantisipasi korban, kata dia, ratusan warga yang tinggal di punggung bukit ini setiap malam diungsikan ke rumah kerabat maupun tempat lain yang dianggap lebih aman.

Akibatnya setiap malam ratusan warga yang tinggal di bawah tebing tersebut terpaksa diungsikan.
Baca juga: Longsor Nganjuk, 101 Warga Mengungsi dan 7 Warga Hilang
Paeran Ketua Rt II Dusun Petungulung mengatakan, retakan bukit yang berpotensi longsor di Dusun Petungulung, Desa Margoopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk ini sudah berlangsung beberapa hari.
“Dimana tanah diatas bukit yang dihuni oleh banyak warga ini mengalami retak dengan ukuran yang cukup panjang mencapai 250 meter. Agar tidak dimasuki air dan menimbulkan longsor warga berinisiatif menutup retakan tanah tersebut dengan tanah dan plastik,” kata Paeran Ketua Rt II Dusun Petungulung.
Untuk mengantisipasi korban, kata dia, ratusan warga yang tinggal di punggung bukit ini setiap malam diungsikan ke rumah kerabat maupun tempat lain yang dianggap lebih aman.
Lihat Juga :