Kota Bogor Resmi Perpanjang Kebijakan Ganjil Genap, Ini Dampaknya

Jum'at, 19 Februari 2021 - 15:46 WIB
loading...
Kota Bogor Resmi Perpanjang...
Kota Bogor resmi memperpanjang aturan ganjil genap bagi kendaraan roda dua dan empat. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
BOGOR - Kota Bogor resmi memperpanjang aturan ganjil genap bagi kendaraan roda dua dan empat. Kebijakan ini terbukti ampuh menekan kasus positif Covid-19. Namun waktunya sekarang dipangkas.

"Angka kasus Covid-19 Kota Bogor sempat mencapai puncak, sehingga perlu ada strategi untuk menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19. Dari berbagai pilihan kebijakan, di antaranya penerapan ganjil genap," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/2/2021).

Bima Arya mengatakan, data menunjukan kasus positif Covid-19 didominasi dari klaster keluarga dan klaster luar kota. "Artinya warga yang memiliki mobilitas keluar kota atau masuk ke Kota Bogor, menulari keluarga dan membuat kasus klaster keluarga meledak, sehingga kuncinya menekan mobilitas," katanya.

Baca juga: Kota Bogor Perpanjang Ganjil Genap Setiap Akhir Pekan dan Libur Nasional

Sistem ganjil genap menjadi salah satu dari 13 kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Bogor untuk menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19.

"Kebijakan ini berhasil menurunkan kasus Covid-19 secara signifikan. Data menunjukkan pada 6 Februari kasus di Bogor mencapai puncak 180 kasus per hari dan pada 15 Februari turun menjadi 105 kasus," bebernya.

Selama ini, kata dia, belum pernah terjadi penurunan kasus secara signifikan di masa pandemi. Penurunan ini diyakini dikarenakan mobilitas warga berkurang sehingga laju positif juga berhasil ditekan.

Baca juga: DKI Apresiasi Ganjil Genap di Bogor, Bima Arya: Karena Berdampak Kurangi Lonjakan Covid-19

"Ganjil genap bukanlah lockdown, sehingga masyarakat masih bisa menjalankan mobilitas, asal sesuai dengan kebijakan ganjil genap. Apalagi. Saat ini kebijakan ganjil genap hanya berlaku pada Sabtu dan Minggu pada pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB," katanya.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan, kebijakan ganjil genap sangat mempengaruhi tingkat kunjungan hotel. Terlebih pada minggu kedua saat libur panjang.

Namun, ketika mendengar informasi kebijakan ganjil genap diperpanjang, beberapa hotel memanfaatkan ganjil genap sebagai konten atau item promosi.

"Sejak kemarin diperpanjang itu muncul kreativitasnya. Identitas atau item ganjil genap dijadikan teman-teman promosi. Contoh promo ganjil genap di tanggal ganjil harga ganjil, di tanggal genap harga genap, hotel promo diskon habis-habisan," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin menyatakan, sosialisasi dan edukasi soal kebijakan ganjil genap, vaksinasi Covid-19, dan data Covid-19, sudah tersampaikan kepada masyarakat.

Namun, masyarakat lebih takut kepada aturan daripada terhadap Covid-19 itu sendiri, karena faktanya masih banyak yang berkerumun.

"Ganjil genap upaya yang ternyata berhasil karena memang selama ini belum pernah penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bogor. Dan saya minta ada paparan yang jelas terkait jumlah penambahan orang yang terkonfirmasi positif di hari yang sama," pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemilik Mobil Listrik...
Pemilik Mobil Listrik Senyum Lebar: Masih Bebas Pajak dan Ganjil Genap!
Jadwal Lengkap One Way,...
Jadwal Lengkap One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Jadwal dan Rute Ganjil...
Jadwal dan Rute Ganjil Genap di Jakarta 2025
Rekomendasi
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved