Melihat Potret Kemesraan Anies dengan Ulama Kharismatik
Jum'at, 19 Februari 2021 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
“Pemakaman itu telah selesai. Di saat satu per satu meninggalkan, amalnya mengaliri tiada henti. Ilmu yang diamalkan santri-santri yang tak terhitung jumlahnya, amal jariyah yang menyebar dalam segala jenis kegiatan di berbagai tempat, dan anak turunannya yang terus mendoakan. Aliran pahala itu seakan mengalir dari berbagai sumber. Itulah Gus Sholah, itulah KH Salahuddin Wahid.
Berada di Jombang sore ini mengingatkan saat kami sekeluarga mengunjungi almarhum beberapa tahun yang lalu. Saat itu almarhum masih aktif sebagai pengasuh Ponpes Tebuireng. Kami sekeluarga bermalam di rumah almarhum di dalam pondok. Kami berdiskusi panjang malam itu, disambung lagi besok paginya, saat sarapan bersama. Kehangatan Ibu Farida dan Alm Gus Sholah diingat oleh kami semua, bahkan anak-anak punya kesan khusus. Itulah pribadi mulia, itulah Gus Sholah.
Kita semua bersaksi Almarhum orang baik, pribadi bijak yang meneduhi semua, alim dan jelas dalam prinsip, matang dalam lisan, tulisan dan perbuatan. Sebuah pribadi teladan. Itulah Gus Sholah.
Husnul khatimah, insya Allah.
Allahumaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu'anhu.
Jombang, 3 Februari 2020.”
![Melihat Potret Kemesraan Anies dengan Ulama Kharismatik]()
Anies dan Gus Sholah. Foto: @aniesbaswedan
Anies dan KH Alie Yafie
Anies bertemu mantan Ketua Umum MUI KH Alie Yafie kemudian mengunggahnya pada 25 Januari 2020.
“Menjenguk KH Ali Yafie (Rais ‘Aam PBNU 1991-1992 dan Ketua Umum MUI 1990-2000) dan takziyah atas wafatnya istri beliau, almarhumah Ibu Aisyah Umar.
Dalam usia 93 tahun, KH Ali Yafie adalah seorang pribadi padat ilmu, seorang alim, yang masih aktif membaca. Beliau duduk selonjor di tempat tidur di kamarnya. Di tengah-tengah kami berbincang, beliau minta diambilkan sebuah kitab. Dan beliau baca dengan leluasa, tanpa alat bantu apapun kecuali kacamatanya. Lalu jadi bahan pembicaraan dan cerita beliau.
Kyai Ali Yafie sempat bercerita ttg persahabatan antara alm abang beliau, Asad Al-Yafie dengan kakek kami, AR Baswedan. Persahabatan erat sejak di Surabaya masa pra-kemerdekaan hingga masa tua di Yogyakarta. Persahabatan dalam perjuangan...
Pulang sambil mendoakan, semoga pribadi alim ini diberikan kesehatan, dipanjangkan umurnya, selalu dalam keberkahanNya dan mendoakan almarhumah Ibu Aisyah, ditinggikan dan dimuliakan derajatnya di sisi Allah swt. Aamiin Allahuma aamiin...
Sebuah silaturahim yang mengesankan...”
![Melihat Potret Kemesraan Anies dengan Ulama Kharismatik]()
Anies dan KH Alie Yafie. Foto: @aniesbaswedan
Anies dan Habib Luthfi bin Yahya
Anies mengunggah kemesraannya dengan Habib Luthfi bin Yahya pada 1 Desember 2019. Habib Luthfi adalah Ketua Forum Sufi Internasional. Dia juga menjabat Ra'is 'Am Jam'iyah Ahlu Thariqah al Mu'tabarah an Nahdiyah (Jatman). Jatman adalah organisasi di bawah NU yang mewadahi tarekat-tarekat yang banyak dianut di dunia.
“Alhamdulillah, bersyukur dapat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama jamaah Kanzus Sholawat di Pekalongan, Jawa Tengah.
Tadi bersilaturahim dengan Habib Luthfi bin Yahya, beliau berpesan agar Jakarta menjadi rumah yang menaungi semua warganya.
Jakarta juga merupakan replika dari Indonesia itu sendiri, sehingga keadilan harus hadir di Jakarta, persatuan harus hadir, jika di Jakarta warganya merasakan itu maka InsyaAllah di tempat lain di Indonesia juga demikian.
Kita juga mendoakan Habib Luthfi agar terus menjadi lentera di negeri ini. Terus menyebarkan pesan persatuan dalam setiap dakwahnya. Semoga terus diberikan kesehatan, dimudahkan dalam semua aktivitas dakwahnya, dan terus jadi lentera bagi semua.”
![Melihat Potret Kemesraan Anies dengan Ulama Kharismatik]()
Anies dan Habib Luthfi bin Yahya. Foto: @aniesbaswedan
Anies dan Gus Miftah
Anies bertemu dengan penceramah nyentrik Gus Miftah lalu mempostingnya pada 4 Agustus 2019. Miftah Maulana Habiburrahman adalah pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.
“Ngobrol dengan Gus Miftah itu selalu menarik. Ada hikmah dan ilmu yang mengalir sepanjang percakapan.
Pekan lalu, saat ngobrol dengan Gus Miftah di Balaikota terungkap bahwa ternyata ia adalah keturunan ke-9 dari Kyai Hasan Besari. Kita sama-sama terkejut karena ada ketersambungan historis, yaitu joglo peninggalan Kyai Hasan Besari itu kini jadi rumah tinggal kami.
Berada di Jombang sore ini mengingatkan saat kami sekeluarga mengunjungi almarhum beberapa tahun yang lalu. Saat itu almarhum masih aktif sebagai pengasuh Ponpes Tebuireng. Kami sekeluarga bermalam di rumah almarhum di dalam pondok. Kami berdiskusi panjang malam itu, disambung lagi besok paginya, saat sarapan bersama. Kehangatan Ibu Farida dan Alm Gus Sholah diingat oleh kami semua, bahkan anak-anak punya kesan khusus. Itulah pribadi mulia, itulah Gus Sholah.
Kita semua bersaksi Almarhum orang baik, pribadi bijak yang meneduhi semua, alim dan jelas dalam prinsip, matang dalam lisan, tulisan dan perbuatan. Sebuah pribadi teladan. Itulah Gus Sholah.
Husnul khatimah, insya Allah.
Allahumaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu'anhu.
Jombang, 3 Februari 2020.”

Anies dan Gus Sholah. Foto: @aniesbaswedan
Anies dan KH Alie Yafie
Anies bertemu mantan Ketua Umum MUI KH Alie Yafie kemudian mengunggahnya pada 25 Januari 2020.
“Menjenguk KH Ali Yafie (Rais ‘Aam PBNU 1991-1992 dan Ketua Umum MUI 1990-2000) dan takziyah atas wafatnya istri beliau, almarhumah Ibu Aisyah Umar.
Dalam usia 93 tahun, KH Ali Yafie adalah seorang pribadi padat ilmu, seorang alim, yang masih aktif membaca. Beliau duduk selonjor di tempat tidur di kamarnya. Di tengah-tengah kami berbincang, beliau minta diambilkan sebuah kitab. Dan beliau baca dengan leluasa, tanpa alat bantu apapun kecuali kacamatanya. Lalu jadi bahan pembicaraan dan cerita beliau.
Kyai Ali Yafie sempat bercerita ttg persahabatan antara alm abang beliau, Asad Al-Yafie dengan kakek kami, AR Baswedan. Persahabatan erat sejak di Surabaya masa pra-kemerdekaan hingga masa tua di Yogyakarta. Persahabatan dalam perjuangan...
Pulang sambil mendoakan, semoga pribadi alim ini diberikan kesehatan, dipanjangkan umurnya, selalu dalam keberkahanNya dan mendoakan almarhumah Ibu Aisyah, ditinggikan dan dimuliakan derajatnya di sisi Allah swt. Aamiin Allahuma aamiin...
Sebuah silaturahim yang mengesankan...”

Anies dan KH Alie Yafie. Foto: @aniesbaswedan
Anies dan Habib Luthfi bin Yahya
Anies mengunggah kemesraannya dengan Habib Luthfi bin Yahya pada 1 Desember 2019. Habib Luthfi adalah Ketua Forum Sufi Internasional. Dia juga menjabat Ra'is 'Am Jam'iyah Ahlu Thariqah al Mu'tabarah an Nahdiyah (Jatman). Jatman adalah organisasi di bawah NU yang mewadahi tarekat-tarekat yang banyak dianut di dunia.
“Alhamdulillah, bersyukur dapat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama jamaah Kanzus Sholawat di Pekalongan, Jawa Tengah.
Tadi bersilaturahim dengan Habib Luthfi bin Yahya, beliau berpesan agar Jakarta menjadi rumah yang menaungi semua warganya.
Jakarta juga merupakan replika dari Indonesia itu sendiri, sehingga keadilan harus hadir di Jakarta, persatuan harus hadir, jika di Jakarta warganya merasakan itu maka InsyaAllah di tempat lain di Indonesia juga demikian.
Kita juga mendoakan Habib Luthfi agar terus menjadi lentera di negeri ini. Terus menyebarkan pesan persatuan dalam setiap dakwahnya. Semoga terus diberikan kesehatan, dimudahkan dalam semua aktivitas dakwahnya, dan terus jadi lentera bagi semua.”

Anies dan Habib Luthfi bin Yahya. Foto: @aniesbaswedan
Anies dan Gus Miftah
Anies bertemu dengan penceramah nyentrik Gus Miftah lalu mempostingnya pada 4 Agustus 2019. Miftah Maulana Habiburrahman adalah pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.
“Ngobrol dengan Gus Miftah itu selalu menarik. Ada hikmah dan ilmu yang mengalir sepanjang percakapan.
Pekan lalu, saat ngobrol dengan Gus Miftah di Balaikota terungkap bahwa ternyata ia adalah keturunan ke-9 dari Kyai Hasan Besari. Kita sama-sama terkejut karena ada ketersambungan historis, yaitu joglo peninggalan Kyai Hasan Besari itu kini jadi rumah tinggal kami.
Lihat Juga :