Ini Cara Menjaga Kesehatan Mata Buah Hati Saat Belajar Dari Rumah
Minggu, 17 Mei 2020 - 23:20 WIB
loading...
Siswa dibantu orangtua saat melaksanakan kegiatan belajar di rumah, di Kota Surabaya. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Tetap berada di rumah atau stay at home, menjadi kalimat yang sering terdengar di telinga masyarakat sejak merebaknya wabah COVID-19 . Sekitar dua bulan di rumah, proses pembelajaran yang dilakukan secara daring mengharuskan anak-anak lebih sering menatap layar laptop dan gawai.
(Baca juga: Tidak Jelas Tujuannya, Kendaraan Luar Kota Harus Balik Kanan )
Dokter spesialis mata sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya), Sawitri Boengas, memberikan tips kepada orang tua dalam menjaga kesehatan mata anak selama study from home agar tidak terjadi mata minus dan menyebabkan kehilangan ketajaman penglihatan si buah hati.
Sawitri mengatakan, saat ini akses informasi, bermain, dan belajar lebih banyak dilakukan secara online. Sering kali anak-anak menjadi lupa bahkan tidak ingat waktu jika sudah menggunakan laptop atau gawai selama berada di dalam rumah. Peran orang tua sangat penting selama proses perkembangan dan pertumbuhan seorang anak termasuk dalam menjaga kesehatan mata.
"Sekarang ini terjadi peningkatan angka mata minus atau miopia pada anak-anak. Jika sekitar 10 tahun lalu, yang sering mengalami rabun jauh yaitu anak yang duduk di bangku SMP dan SMA. Saat ini sudah berbeda, anak SD bahkan TK sudah ada yang mengalami mata minus. Mengapa begitu? Eranya sudah berbeda, ketika anak sudah bisa duduk biasanya orang tua zaman now sudah memberikan dan mengenalkan gadget," katanya.
Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Ubaya ini menjelaskan, jika seorang anak memiliki daya akomodasi mata yang lebih besar dan berbeda dengan orang dewasa. Namun, anak dapat mengalami perpanjangan bola mata yang dapat mengakibatkan rabun jauh atau miopia.
(Baca juga: Tidak Jelas Tujuannya, Kendaraan Luar Kota Harus Balik Kanan )
Dokter spesialis mata sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya), Sawitri Boengas, memberikan tips kepada orang tua dalam menjaga kesehatan mata anak selama study from home agar tidak terjadi mata minus dan menyebabkan kehilangan ketajaman penglihatan si buah hati.
Sawitri mengatakan, saat ini akses informasi, bermain, dan belajar lebih banyak dilakukan secara online. Sering kali anak-anak menjadi lupa bahkan tidak ingat waktu jika sudah menggunakan laptop atau gawai selama berada di dalam rumah. Peran orang tua sangat penting selama proses perkembangan dan pertumbuhan seorang anak termasuk dalam menjaga kesehatan mata.
"Sekarang ini terjadi peningkatan angka mata minus atau miopia pada anak-anak. Jika sekitar 10 tahun lalu, yang sering mengalami rabun jauh yaitu anak yang duduk di bangku SMP dan SMA. Saat ini sudah berbeda, anak SD bahkan TK sudah ada yang mengalami mata minus. Mengapa begitu? Eranya sudah berbeda, ketika anak sudah bisa duduk biasanya orang tua zaman now sudah memberikan dan mengenalkan gadget," katanya.
Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Ubaya ini menjelaskan, jika seorang anak memiliki daya akomodasi mata yang lebih besar dan berbeda dengan orang dewasa. Namun, anak dapat mengalami perpanjangan bola mata yang dapat mengakibatkan rabun jauh atau miopia.
Lihat Juga :