Dinyatakan Layak, Pegawai Pemkot Surabaya Mulai Donor Plasma Konvalesennya
Selasa, 16 Februari 2021 - 08:07 WIB
loading...
Pegawai Pemkot Surabaya mulai donor plasma konvalesen secara bertahap. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Pegawai Pemkot Surabaya baik yang ASN maupun non ASN yang sudah melakukan screening donor plasma konvalesen di Gedung Wanita beberapa waktu lalu, akhirnya sudah mulai mendonorkan plasma konvalesennya di kantor PMI Surabaya.
Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen Diharapkan Bisa Dipakai di Wilayah dengan Kasus COVID-19 Tinggi
Dari 200 orang penyintas COVID-19 yang mengikuti screening, hanya sebanyak 40 orang yang lolos dan bisa mendonorkan plasmanya . Secara bertahap, 40 orang jajaran Pemkot Surabaya itu dihubungi secara bertahap oleh PMI Surabaya untuk mendonorkan plasmanya.
"Jadi, teman-teman ASN dan Non-ASN pemkot sudah ada yang mendonorkan plasmanya , termasuk hari ini Pak Febri dan Pak Eko yang mungkin akan menjadi contoh bagi staf-stafnya di lingkungan pemkot," kata Kabid Pelayanan dan Humas PMI Surabaya, Martono Adi Triyoga.
Ia melanjutkan, antusiasme warga Surabaya cukup tinggi untuk mendonorkan plasma konvalesennya , terutama setelah adanya gerakan Bulan Februari sebagai bulan donor plasma konvalesen yang digerakkan oleh Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan Forpimda Surabaya.
Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen Diharapkan Bisa Dipakai di Wilayah dengan Kasus COVID-19 Tinggi
Dari 200 orang penyintas COVID-19 yang mengikuti screening, hanya sebanyak 40 orang yang lolos dan bisa mendonorkan plasmanya . Secara bertahap, 40 orang jajaran Pemkot Surabaya itu dihubungi secara bertahap oleh PMI Surabaya untuk mendonorkan plasmanya.
"Jadi, teman-teman ASN dan Non-ASN pemkot sudah ada yang mendonorkan plasmanya , termasuk hari ini Pak Febri dan Pak Eko yang mungkin akan menjadi contoh bagi staf-stafnya di lingkungan pemkot," kata Kabid Pelayanan dan Humas PMI Surabaya, Martono Adi Triyoga.
Ia melanjutkan, antusiasme warga Surabaya cukup tinggi untuk mendonorkan plasma konvalesennya , terutama setelah adanya gerakan Bulan Februari sebagai bulan donor plasma konvalesen yang digerakkan oleh Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan Forpimda Surabaya.
Lihat Juga :