Dewan Atensi Keluhan Petani Sawit Tak Terima Bantuan Pemerintah
Senin, 15 Februari 2021 - 17:59 WIB
loading...
Anggota DPRD Luwu Timur Komisi II, Abduh. Foto: Sindonews/Fitra Budin
A
A
A
LUWU TIMUR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, memberikan atensi terkait keluhan petani sawit yang mengeluh tidak menerima bantuan untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Padahal Kelompok Tani sawit di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur mendapat bantuan program PSR secara keseluruhan Rp60 miliar yang dari Kementrian Pertanian (Kementan) RI dan Koperasi Agro Mandiri Utama (KAMU) turut dilaporkan mengelola dana salah satu kelompok tani, meski belakangan dibantah oleh pihak koperasi.
Anggota DPRD Luwu Timur Komisi II, Abduh mengatakan, setelah ia bersama rekannya melakukan peninjauan di lapangan beberapa waktu lalu, ada sedikit rasa kekecewaan terkait persoalan ini.
Baca Juga: Petani Sawit di Lutim Mengeluh Tak Terima Bantuan Pemerintah
Pasalnya, kata dia, bantuan hibah tersebut tidak sesuai dengan harapan para petani , sehingga menurut Abduh hal ini harus menjadi perhatian oleh dewan.
"Fakta di lapangan yang kita lihat bahwa memang sebagian dari mereka merasa kecewa, kan sudah ada perjanjiannya semua tapi entah bagaimana semua tidak sesuai harapan dan membuat masyarakat kecewa," jelas Abduh.
Bahkan, kata Abduh, ada dua rekannya yang sempat turun melakukan peninjauan, dinilai juga merasa kecewa.
Padahal Kelompok Tani sawit di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur mendapat bantuan program PSR secara keseluruhan Rp60 miliar yang dari Kementrian Pertanian (Kementan) RI dan Koperasi Agro Mandiri Utama (KAMU) turut dilaporkan mengelola dana salah satu kelompok tani, meski belakangan dibantah oleh pihak koperasi.
Anggota DPRD Luwu Timur Komisi II, Abduh mengatakan, setelah ia bersama rekannya melakukan peninjauan di lapangan beberapa waktu lalu, ada sedikit rasa kekecewaan terkait persoalan ini.
Baca Juga: Petani Sawit di Lutim Mengeluh Tak Terima Bantuan Pemerintah
Pasalnya, kata dia, bantuan hibah tersebut tidak sesuai dengan harapan para petani , sehingga menurut Abduh hal ini harus menjadi perhatian oleh dewan.
"Fakta di lapangan yang kita lihat bahwa memang sebagian dari mereka merasa kecewa, kan sudah ada perjanjiannya semua tapi entah bagaimana semua tidak sesuai harapan dan membuat masyarakat kecewa," jelas Abduh.
Bahkan, kata Abduh, ada dua rekannya yang sempat turun melakukan peninjauan, dinilai juga merasa kecewa.
Lihat Juga :