Kasus Dugaan Pemalsuan Suket Rapid Tes Antigen Palsu Terhambat Saksi
Senin, 15 Februari 2021 - 17:03 WIB
loading...
Kasus dugaan pemalsuan surat keterangan rapid antigen palsu terhambat saksi. Foto: Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Kasus dugaan pemalsuan surat keterangan (suket) hasil pemeriksaan rapid test antigen , yang dilaporkan otoritas Puskesmas di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar menemui kendala dalam proses penyelidikan di kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman mengaku pihaknya terhambat dalam pemeriksaan saksi yang diduga sebagai pengguna suket hasil tes cepat tersebut. "Karena yang bersangkutan masih belum kembali ke Makassar," ungkapnya kepada Sindonews, Senin (15/2/2021).
Dia menyatakan, sejauh ini pihaknya sudah berulang kali berkoordinasi dengan saksi yang belum mau disebutkan identitasnya ini. "Dulu sudah bersedia diambil keterangannya jika sudah tiba di Makassar. Tapi sampai sekarang belum datang," papar Iqbal.
Baca Juga: Polisi Usut Pemalsuan Suket Rapid Antigen Puskesmas di Makassar
Mantan Kanit Reskrim Polsek Rappocini ini menilai, saksi yang disebutkan adalah seorang pria itu tidak lagi kooperatif. Bahkan untuk menyebutkan posisi pastinya saja tidak mau. "Terakhir informasinya di sekitar Kalimantan Barat. Tapi tidak tahu posisinya jelasnya," imbuhnya.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman mengaku pihaknya terhambat dalam pemeriksaan saksi yang diduga sebagai pengguna suket hasil tes cepat tersebut. "Karena yang bersangkutan masih belum kembali ke Makassar," ungkapnya kepada Sindonews, Senin (15/2/2021).
Dia menyatakan, sejauh ini pihaknya sudah berulang kali berkoordinasi dengan saksi yang belum mau disebutkan identitasnya ini. "Dulu sudah bersedia diambil keterangannya jika sudah tiba di Makassar. Tapi sampai sekarang belum datang," papar Iqbal.
Baca Juga: Polisi Usut Pemalsuan Suket Rapid Antigen Puskesmas di Makassar
Mantan Kanit Reskrim Polsek Rappocini ini menilai, saksi yang disebutkan adalah seorang pria itu tidak lagi kooperatif. Bahkan untuk menyebutkan posisi pastinya saja tidak mau. "Terakhir informasinya di sekitar Kalimantan Barat. Tapi tidak tahu posisinya jelasnya," imbuhnya.
Lihat Juga :