Sukseskan PSBB Malang Raya, Ini Strategi Gubernur Jatim

Minggu, 17 Mei 2020 - 13:58 WIB
loading...
Sukseskan PSBB Malang...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau persiapan PSBB di Malang Raya.Foto/ist
A A A
MALANG - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengoptimalkan tiga strategi penting sebagai bagian dari social kapital. Strategi ini untuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di area Malang Raya.

Khofifah menjelaskan, strategi yang pertama yaitu keberadaan Kampung Tangguh di area Malang Raya. Dimana, Kampung Tangguh ini merupakan inisiatif yang melibatkan partisipasi warga secara aktif berbasis RW. Dengan demikian, kampung itu memiliki kesiapsiagaan dan kemandirian yang komprehensif dalam menghadapi bencana alam maupun non alam seperti pandemi COVID-19.

"Lewat Kampung Tangguh maka gotong royong warga kampung akan bisa dimaksimalkan. Terlebih, ini wujud sinergi pentahelix antara masyarakat, pemerintah, pengusaha, media dan perguruan tinggi. Dimana, sinergi tersebut memang sudah seharusnya dilakukan," kata Khofifah, Minggu (17/5/2020).(baca juga: Hari Pertama Pelaksanaan PSBB Jalur Masuk Kota Malang Lengang )

Strategi kedua, lanjut Khofifah, yaitu, penerapan pasar ganjil-genap pada pasar tradisional. Ini penting, untuk tetap menjaga roda perekonomian sekaligus sebagai upaya untuk menjaga kesehatan penjual dan pembeli.

"Kita harus menjaga jangan sampai pasar ini tutup, karena proses perdagangan harus tetap jalan. Namun pada saat yang sama, menjaga kesehatan harus tetap dilakukan," tukas Khofifah.

Pelaksanaan pola ganjil genap sendiri dilakukan dengan sistem penomoran di setiap stand penjual sebagai acuan jadwal berjualan. Sehingga, setiap harinya para pedagang tersebut akan bergiliran sesuai nomor stand yang dimiliki.

Untuk diketahui, beberapa pasar di Kota Malang juga telah menerapkan pola ganjil genap. Untuk wilayah Kota Malang saja, terdapat sekitar 26 pasar yang diberlakukan pola ganjil genap.

Sedangkan, strategi ketiga yakni penyiapan gedung observasi yang bisa dimanfaatkan seperti rumah sakit (RS) darurat berbasis desa. Sehingga, bagi masyarakat yang perlu melakukan isolasi mandiri bisa memanfaatkan gedung ini.

Utamanya, bagi orang dalam pemantauan atau (ODP) dengan gejala ringan hingga sedang. Tentunya, dengan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar. "Gedung observasi ini sangat penting sebagai langkah pencegahan. Mengingat, saat ini banyak pasien positif COVID-19 yang tanpa gejala dan justru tetap melakukan aktivitas seperti biasa," ungkap mantan Menteri Sosial ini.

"Karenanya tiga langkah ini harus bisa optimalkan dalam pemberlakuan PSBB Malang Raya. Dan tentunya, ini juga bisa menjadi role model yang bisa diterapkan di Jawa Timur, utamanya Surabaya Raya yang tengah melaksanakan PSBB tahap dua," pungkas Khofifah.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Bakal Hadirkan Khofifah...
KPK Bakal Hadirkan Khofifah sebagai Saksi Sidang Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Anggota Pramuka Kwarda...
Anggota Pramuka Kwarda Jatim-Masyarakat Perbaiki 143 RTLH dan Bersih-bersih Pantai
Khofifah Identifikasi...
Khofifah Identifikasi Kasus Pembakaran Gedung Negara Grahadi: Dilempari Molotov
Surat Edaran Sound Horeg...
Surat Edaran Sound Horeg di Jatim Terbit, Atur Tingkat Kebisingan
Khofifah Indar Parawansa...
Khofifah Indar Parawansa Kembali Pimpin IKA Unair Periode 2025-2030
Gubernur Jatim Minta...
Gubernur Jatim Minta Kapal di Ketapang-Gilimanuk Ditambah, Gapasdap Sarankan Tambah Dermaga
Sidang Korupsi Dana...
Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon 30 Persen
Dihadirkan KPK, Khofifah...
Dihadirkan KPK, Khofifah Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hibah Dana Jatim pada Kamis Ini
Mendagri dan Menteri...
Mendagri dan Menteri PKP Tinjau MPP Kota Surabaya, Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal
Rekomendasi
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Berita Terkini
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved