Tak Hanya Curah Hujan Tinggi, Anies Berdalih Banjir Akibat Tinggi Air Laut
Senin, 08 Februari 2021 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
"Apabila permukaan air laut meningkat, maka kawasan yang persis berdempetan dengan pesisir pantai berpotensi mengalami banjir. Jadi bukan satu-satunya curah hujan, tapi juga ada seperti ketinggian permukaan air laut," kata Anies.
Pemprov DKI telah banyak belajar dari kasus genangan awal tahun 2020, di mana saat persiapan menghadapi musim hujan, seluruh jajaran Dinas SDA telah mengantisipasi sejak tahun lalu. Sehingga, saat ini Pemprov DKI terbantu dalam mengantisipasi situasi jika terjadi hal di luar kendali seperti volume air tinggi akibat curah hujan yang intensif. Baca juga: Banjir Weltevreden Cikal Bakal Berdirinya Pintu Air Manggarai
"Yang sudah kita kerjakan sejak lama adalah pengerukan waduk-waduk di Jakarta sejak tahun lalu. Kemudian pembersihan sedimentasi di saluran-saluran dikerjakan dengan luar biasa. Lalu yang ketiga membangun sumur vertikal untuk drainase, keempat memastikan semua pompa air berfungsi dengan baik karena kita memiliki lebih dari 50 rumah pompa. Kemudian yang kelima adalah pengendalian pintu-pintu air, jadi seluruh persiapannya dikerjakan tahun lalu. Hal ini supaya saat musim hujan datang, kita posisinya siaga dan tanggap," paparnya.
Terkait beberapa wilayah yang kebanjiran akibat curah hujan yang tinggi sejak Minggu (7/2/2021) malam, Anies menegaskan target Pemprov DKI mengendalikan dampak hujan harus bisa ditanggulangi dalam kurun waktu maksimal enam jam.
"Di Jakarta ada 3.000 RW, jadi ketika kita mendengar ada genangan di beberapa wilayah seperti Pejaten dan Kampung Melayu, hampir semuanya dalam waktu kurang dari enam jam terkondisikan dengan baik," kata Anies.
Pemprov DKI telah banyak belajar dari kasus genangan awal tahun 2020, di mana saat persiapan menghadapi musim hujan, seluruh jajaran Dinas SDA telah mengantisipasi sejak tahun lalu. Sehingga, saat ini Pemprov DKI terbantu dalam mengantisipasi situasi jika terjadi hal di luar kendali seperti volume air tinggi akibat curah hujan yang intensif. Baca juga: Banjir Weltevreden Cikal Bakal Berdirinya Pintu Air Manggarai
"Yang sudah kita kerjakan sejak lama adalah pengerukan waduk-waduk di Jakarta sejak tahun lalu. Kemudian pembersihan sedimentasi di saluran-saluran dikerjakan dengan luar biasa. Lalu yang ketiga membangun sumur vertikal untuk drainase, keempat memastikan semua pompa air berfungsi dengan baik karena kita memiliki lebih dari 50 rumah pompa. Kemudian yang kelima adalah pengendalian pintu-pintu air, jadi seluruh persiapannya dikerjakan tahun lalu. Hal ini supaya saat musim hujan datang, kita posisinya siaga dan tanggap," paparnya.
Terkait beberapa wilayah yang kebanjiran akibat curah hujan yang tinggi sejak Minggu (7/2/2021) malam, Anies menegaskan target Pemprov DKI mengendalikan dampak hujan harus bisa ditanggulangi dalam kurun waktu maksimal enam jam.
"Di Jakarta ada 3.000 RW, jadi ketika kita mendengar ada genangan di beberapa wilayah seperti Pejaten dan Kampung Melayu, hampir semuanya dalam waktu kurang dari enam jam terkondisikan dengan baik," kata Anies.
(jon)
Lihat Juga :