Nurdin Abdullah Paparkan Potensi Investasi dan Kerjasama di Sulsel
Senin, 08 Februari 2021 - 15:44 WIB
loading...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah didampingi Wakil Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman saat acara Coffee Morning di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin, (08/02/2021). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Gubernur Sulsel , Nurdin Abdullah memaparkan potensi investasi dan kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dengan investor dari Dubai dan PT Widodo Makmur Unggas, saat Coffee Morning, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin, (8/02/2021).
"Kami kemarin bertemu dengan seluruh pimpinan PT Widodo Makmur Unggas Group. Kita akan menyusun kerjasama dalam pengembangan peternakan sapi, dan kita akan fokuskan di Seko, Luwu Utara," bebernya.
Selain, menjadikan Sulsel sebagai lumbung daging nasional, Nurdin Abdullah juga mangaku, dalam waktu dekat ini akan ada investor dari Kota Dubai Uni Emirat Arab (UEA) yang akan berinvestasi di Sulsel. Pihak investor sangat tertarik untuk berinvestasi di Kepulauan Selayar dan Bulukumba.
Baca Juga: Pemkot dan Pemprov Sulsel Kolaborasi Hadirkan RPH Modern
Olehnya itu, Nurdin Abdullah , berharap kerjasama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel untuk mensupport penuh rencana investasi tersebut. Pasalnya, investasi dalam negeri sangat sulit didapatkan.
"Kami kemarin bertemu dengan seluruh pimpinan PT Widodo Makmur Unggas Group. Kita akan menyusun kerjasama dalam pengembangan peternakan sapi, dan kita akan fokuskan di Seko, Luwu Utara," bebernya.
Selain, menjadikan Sulsel sebagai lumbung daging nasional, Nurdin Abdullah juga mangaku, dalam waktu dekat ini akan ada investor dari Kota Dubai Uni Emirat Arab (UEA) yang akan berinvestasi di Sulsel. Pihak investor sangat tertarik untuk berinvestasi di Kepulauan Selayar dan Bulukumba.
Baca Juga: Pemkot dan Pemprov Sulsel Kolaborasi Hadirkan RPH Modern
Olehnya itu, Nurdin Abdullah , berharap kerjasama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel untuk mensupport penuh rencana investasi tersebut. Pasalnya, investasi dalam negeri sangat sulit didapatkan.
Lihat Juga :