Berharap Dapat Berkah Ramadhan, Komunitas Muslim New York Bagikan Makanan Gratis
Minggu, 17 Mei 2020 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
Mereka terkadang membuat toko kelontong untuk yang membutuhkan atau sakit, dan kemudian menyediakan makanan gratis sebagian besar untuk Muslim lokal yang membutuhkan.
Kemudian, kembali ke masjid untuk mempersiapkan ronde berikutnya. Relawan beristirahat sejenak saat waktu shalat dan waktu berbuka. Setelah Isya, mereka memulai perjalanan setengah jam ke Manhattan, di mana orang-orang yang lapar mengantri untuk mengambil piring mereka.
Dengan mengenakan rompi merah yang memajang moto, “Satu pencipta. Satu planet. Satu keluarga" para relawan tersebut mulai membagikan makanan kepada para mereka yang membutuhkan, tanpa melihat suku, agama atau asal mereka .(BACA JUGA: WHO Prediksi Virus Corona Seperti HIV Tak Pernah Hilang)
"Itu benar-benar membuat saya berpikir tentang semua orang yang menahan diri dari makanan dan air hanya karena mereka tidak mampu makan," kata Dania Darwish, Direktur Pusat Wanita Asiyah dan seorang sukarelawan.
Hamza Deib, seorang sukerelawan lainnya mengaku Ramadhan ini terasa lebih spesial dibandingkan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. "Dengan restu dari tindakan ini, Ramadhan ini lebih berarti bagiku daripada Ramadhan mana pun dalam hidupku," katanya.
Kemudian, kembali ke masjid untuk mempersiapkan ronde berikutnya. Relawan beristirahat sejenak saat waktu shalat dan waktu berbuka. Setelah Isya, mereka memulai perjalanan setengah jam ke Manhattan, di mana orang-orang yang lapar mengantri untuk mengambil piring mereka.
Dengan mengenakan rompi merah yang memajang moto, “Satu pencipta. Satu planet. Satu keluarga" para relawan tersebut mulai membagikan makanan kepada para mereka yang membutuhkan, tanpa melihat suku, agama atau asal mereka .(BACA JUGA: WHO Prediksi Virus Corona Seperti HIV Tak Pernah Hilang)
"Itu benar-benar membuat saya berpikir tentang semua orang yang menahan diri dari makanan dan air hanya karena mereka tidak mampu makan," kata Dania Darwish, Direktur Pusat Wanita Asiyah dan seorang sukarelawan.
Hamza Deib, seorang sukerelawan lainnya mengaku Ramadhan ini terasa lebih spesial dibandingkan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. "Dengan restu dari tindakan ini, Ramadhan ini lebih berarti bagiku daripada Ramadhan mana pun dalam hidupku," katanya.
(vit)
Lihat Juga :