Berdayakan Difabel, Bazis DKI Dirikan Kedai Kopi Difabis
Minggu, 07 Februari 2021 - 13:25 WIB
loading...
Di Stasiun Sudirman Jakarta, saat ini terdapat kedai kopi bernama Difabis. Dimana Kedai Kopi yang khusus mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai karyawannya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Di kawasan Stasiun Sudirman Jakarta, saat ini terdapat kedai kopi bernama Difabis. Dimana Kedai Kopi yang khusus mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai karyawannya.
Difabis merupakan program Baznas Bazis DKI yang berkolaborasi dengan Dinas PPKUKM DKI Jakarta. Kedai Kopi berada tepat di bawah jembatan stasiun Sudirman.
Semua pekerja di Kopi Difabis adalah orang penyandang disabilitas, ada yang tunadaksa dan ada juga yang tunarungu. Para Difabel mereka terlihat bangga dan senang menjadi karyawan kedai kopi.
Terlihat antusias dan bersemangat dalam bekerja dengan segala keterbatasannya. Di kedai Kopi Difabis pembeli tidak perlu bingung. Difabis dilengkapi dengan cara-cara memesan menggunakan gaya bahasa isyarat.
Jadi, mempermudah pegawai dan pengunjung untuk berkomunikasi. Meski dilayani oleh penyandang disabilitas, tetapi kedai Difabis ini selalu didampingi oleh perwakilan dari Baznaz setiap harinya. Baca juga: Pulihkan Parekraf, Sandiaga Kolaborasi Bersama Penyandang Disabilitas
Dipo Gustira dan Gigin, selaku perwakilan BAZNAS (BAZIS) mengatakan, bahwa didirikannya Difabis ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan melatih kemandirian para penyandang disabilitas.
"Jadi di sini kita juga melatih kemandirian mereka. Kita harapannya Difabis ni sebagai sarana pelatihan aja. Pelatihan selama 3 bulan, 6 bulan atau setahun. Agar mereka bisa mandiri mengelola dengan baik," ujar Gigin dalam keterangannya, Minggu (7/2/2021).
Difabis merupakan program Baznas Bazis DKI yang berkolaborasi dengan Dinas PPKUKM DKI Jakarta. Kedai Kopi berada tepat di bawah jembatan stasiun Sudirman.
Semua pekerja di Kopi Difabis adalah orang penyandang disabilitas, ada yang tunadaksa dan ada juga yang tunarungu. Para Difabel mereka terlihat bangga dan senang menjadi karyawan kedai kopi.
Terlihat antusias dan bersemangat dalam bekerja dengan segala keterbatasannya. Di kedai Kopi Difabis pembeli tidak perlu bingung. Difabis dilengkapi dengan cara-cara memesan menggunakan gaya bahasa isyarat.
Jadi, mempermudah pegawai dan pengunjung untuk berkomunikasi. Meski dilayani oleh penyandang disabilitas, tetapi kedai Difabis ini selalu didampingi oleh perwakilan dari Baznaz setiap harinya. Baca juga: Pulihkan Parekraf, Sandiaga Kolaborasi Bersama Penyandang Disabilitas
Dipo Gustira dan Gigin, selaku perwakilan BAZNAS (BAZIS) mengatakan, bahwa didirikannya Difabis ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan melatih kemandirian para penyandang disabilitas.
"Jadi di sini kita juga melatih kemandirian mereka. Kita harapannya Difabis ni sebagai sarana pelatihan aja. Pelatihan selama 3 bulan, 6 bulan atau setahun. Agar mereka bisa mandiri mengelola dengan baik," ujar Gigin dalam keterangannya, Minggu (7/2/2021).
Lihat Juga :