BMKG Infokan Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Waspada Bencana yang Mengintai
Sabtu, 06 Februari 2021 - 19:01 WIB
loading...
Rumah warga di Kampung Babakan Sirna RW 15 Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu, KBB yang rusak di bagian atapnya akibat dihantam angin puting beliung. Foto/Dok.BPBD
A
A
A
BANDUNG BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta masyarakat waspada terhadap bahaya yang mengintai. Sepekan ini sejumlah wilayah di KBB dilanda bencana angin puting beliung dan tanah longsor akibat intensitas hujan yang tinggi.
"Informasi dari BMKG cuaca ekstrem terjadi dalam pekan ini dan beberapa hari ke depan. Curah hujan berintensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang akan terjadi, makanya masyarakat harus waspada," terang Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo, Sabtu (6/2/2021).
Dalam pekan ini, bencana angin puting beliung terjadi di Kampung Babakan Sirna RW 15 Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu, pada Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya sebanyak 16 rumah mengalami kerusakan di bagian atap baik rusak ringan, sedang, hingga berat.
Sementara bencana longsor terjadi pada Kamis (4/2/2021) malam di beberapa lokasi di Kecamatan Parongpong dan Cisarua. Tercatat ada empat rumah yang mengalami kerusakan dan terancam akibat bencana tersebut. Longsor diakibatkan hujan lebat yang turun di wilayah tersebut dengan durasi yang cukup lama.
Duddy menyebutkan, longsor pertama terjadi di Kampung Paratag RT 02/09, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua. Atas kejadian itu, rumah milik Iyan Topan yang dihuni empat jiwa rusak dan terpaksa harus mengungsi ke balai RW. Satu rumah milik Endang juga ikut terancam.
"Informasi dari BMKG cuaca ekstrem terjadi dalam pekan ini dan beberapa hari ke depan. Curah hujan berintensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang akan terjadi, makanya masyarakat harus waspada," terang Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo, Sabtu (6/2/2021).
Dalam pekan ini, bencana angin puting beliung terjadi di Kampung Babakan Sirna RW 15 Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu, pada Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya sebanyak 16 rumah mengalami kerusakan di bagian atap baik rusak ringan, sedang, hingga berat.
Sementara bencana longsor terjadi pada Kamis (4/2/2021) malam di beberapa lokasi di Kecamatan Parongpong dan Cisarua. Tercatat ada empat rumah yang mengalami kerusakan dan terancam akibat bencana tersebut. Longsor diakibatkan hujan lebat yang turun di wilayah tersebut dengan durasi yang cukup lama.
Duddy menyebutkan, longsor pertama terjadi di Kampung Paratag RT 02/09, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua. Atas kejadian itu, rumah milik Iyan Topan yang dihuni empat jiwa rusak dan terpaksa harus mengungsi ke balai RW. Satu rumah milik Endang juga ikut terancam.
Lihat Juga :