Cegah Stroke Melalui Perilaku Hidup Sehat dan Konsisten
Sabtu, 06 Februari 2021 - 12:52 WIB
loading...
Olahraga teratur dan menjaga pola makan serta istirahat cukup dapat mencegah stroke. (Foto:Freepik)
A
A
A
AMBON - Salah satu penyakit mematikan yang cukup membahayakan adalah stroke . Oleh karena itu memilih perilaku hidup sehat adalah sebuah keharusan agar terhindar dari stroke. Baca juga: Tantangan Marzuki Alie untuk SBY dan Elite Partai Demokrat
Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menyebutkan, banyak pasien stroke mengalami kecacatan dari berbagai level, tidak hanya mereka yang tidak bisa berjalan, bergerak, tetapi juga gejala lain yang mengindikasikan seseorang terkena stroke.
Dokter Spesialis Syaraf dari Siloam Hospitals Ambon, dr. Enseline Nikijuluw, Sp.S mengatakan, guna mencegah stroke maka perlu mengembangkan perilaku hidup sehat. Salah satu caranya membangkitkan rasa gembira dan bahagia, yang merupakan cara efektif dan mudah yang dapat dilakukan.
"Mari selalu membangkitkan rasa gembira guna melakukan relaksasi pada otot dan kerja saraf tepi," ungkap Dokter Enseline, Sabtu (6/2/2020).
"Pada saat kita gembira atau merasa senang itu akan membuat keseimbangan hormon-hormon dan neurotransmiter otak. Maka akan mempengaruhi kerja organ-organ di tubuh agar lebih aktif dan seimbang," tambahnya. Baca juga: Tragis! Ayah dan Anak yang Digendongnya Tewas Ditabrak Truk di Banyuwangi
Dokter Enseline menjelaskan, selain sejumlah faktor stroke yang umum dimiliki orang lanjut usia, terdapat beberapa informasi yang tidak benar seputar penyakit stroke seperti stroke merupakan penyakit orang tua dan tidak bisa dicegah. Termasuk mitos yang menyatakan stroke adalah penyakit keturunan dan penyebab penyakit jantung.
"Sejumlah mitos itu harus diluruskan agar masyarakat tahu. Sejatinya hampir 80 persen gejala penyakit stroke dapat dicegah melalui perilaku hidup sehat dan konsisten," ujar Dokter Enseline.
Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menyebutkan, banyak pasien stroke mengalami kecacatan dari berbagai level, tidak hanya mereka yang tidak bisa berjalan, bergerak, tetapi juga gejala lain yang mengindikasikan seseorang terkena stroke.
Dokter Spesialis Syaraf dari Siloam Hospitals Ambon, dr. Enseline Nikijuluw, Sp.S mengatakan, guna mencegah stroke maka perlu mengembangkan perilaku hidup sehat. Salah satu caranya membangkitkan rasa gembira dan bahagia, yang merupakan cara efektif dan mudah yang dapat dilakukan.
"Mari selalu membangkitkan rasa gembira guna melakukan relaksasi pada otot dan kerja saraf tepi," ungkap Dokter Enseline, Sabtu (6/2/2020).
"Pada saat kita gembira atau merasa senang itu akan membuat keseimbangan hormon-hormon dan neurotransmiter otak. Maka akan mempengaruhi kerja organ-organ di tubuh agar lebih aktif dan seimbang," tambahnya. Baca juga: Tragis! Ayah dan Anak yang Digendongnya Tewas Ditabrak Truk di Banyuwangi
Dokter Enseline menjelaskan, selain sejumlah faktor stroke yang umum dimiliki orang lanjut usia, terdapat beberapa informasi yang tidak benar seputar penyakit stroke seperti stroke merupakan penyakit orang tua dan tidak bisa dicegah. Termasuk mitos yang menyatakan stroke adalah penyakit keturunan dan penyebab penyakit jantung.
"Sejumlah mitos itu harus diluruskan agar masyarakat tahu. Sejatinya hampir 80 persen gejala penyakit stroke dapat dicegah melalui perilaku hidup sehat dan konsisten," ujar Dokter Enseline.
Lihat Juga :