Generasi Z Berlomba Mengejar Materi, Apakah Kunci Meraih Kebahagiaan?

Kamis, 04 Februari 2021 - 11:26 WIB
loading...
Generasi Z Berlomba...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
DEPOK - Pada usia dewasa awal antara 20-40 tahun, tugas perkembangan manusia adalah menjadi mandiri. Di usia kelompok Generasi Z ini seseorang harus menemukan pekerjaan yang sesuai dan mencari pasangan untuk membangun rumah tangga.

Sehingga, sangat wajar jika pada usia tersebut individu umumnya sangat terdorong untuk mengeksplorasi dirinya dan menemukan sesuatu yang sesuai dengan dirinya dan bekerja dengan keras.

Baca juga: Survei: 87% Milenial dan Gen Z Indonesia Ingin Buka Bisnis Baru

Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, pada usia ini, mereka memiliki energi yang cukup besar untuk bisa mendukung melakukan eksplorasi di banyak bidang. Mereka memiliki motif masing-masing untuk melakukan eksplorasi.

"Tentunya beda-beda latar belakang setiap orang, tetapi pada dasarnya motivasi ekonomi menjadi dasar," kata Shinta, Kamis (4/2/2021).

Dengan meraih kesuksesan maka keamanan finansial juga akan didapat. Dengan keamanan finansial maka mereka berharap akan merasa bahagia. "Secara psikologis, dengan demikian tugas perkembangan mereka pada tahap dewasa awal sudah tercapai," paparnya.

Baca juga: Hasil Penelitian, Mahasiswa Generasi Z Lemah Literasi Informasi dan Digital

Pada saat ini memang media sosial memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk dapat menjadi terkenal. Terkenal ini seringkali diasosiasikan dengan sukses, sukses diasosiasikan dengan kekayaan. Youtube adalah salah satu platform yang memungkinkan orang untuk dapat meraih keuntungan yang cukup besar.

"Teknologi saat ini memudahkan seseorang untuk menjadi terkenal dan sukses karena hilangnya batas-batas akses, waktu, dan jarak. Hal ini agak berbeda dengan masa sebelumnya di mana kesuksesan seseorang belum tentu bisa dilihat oleh orang lain kecuali dengan bertemu langsung," bebernya.

Namun demikian, tentu saja hal-hal prinsip untuk meraih sukses secara umum mereka lakukan yakni dengan bekerja keras, melakukan diferensiasi (pembeda dengan Youtuber yang lain), dan terus melakukan inovasi. Meski tidak secara ilmiah, mereka melakukan riset yang membuat mereka produk mereka menjadi berbeda dan diminati oleh masyarakat.

Ini merupakan karakter sukses yang dimiliki oleh mereka. Pada era sebelum teknologi atau pada saat industry 4.0 prinsip meraih kesuksesan ini tidak berubah. "Orang yang mau bekerja keras, inovatif dan tidak mudah menyerah, biasanya akan mendapatkan kesuksesan. Meski tidak secara ilmiah, mereka melakukan research yang membuat mereka produk mereka menjadi berbeda dan diminati oleh masyarakat," katanya.

Lalu, untuk apa uang yang mereka dapat? Tentunya, hal itu kembali ke pribadi masing-masing. Jika mengacu pada tugas perkembangan secara psikologis, maka tujuan akhir dari masa ini adalah memberikan pondasi yang kuat untuk memasuki masa selanjutnya yaitu dewasa tengah.

Misalnya, jika memiliki dana yang besar dapat melakukan investasi yang nantinya dapat mendukung saat sudah berada pada usia dewasa tengah. Bisa juga dimanfaatkan untuk menambah modal pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan apa yang saat ini sudah diraih.

"Misalnya tidak saja punya satu channel Youtube tetapi merambah ke pembuatan merchandise atau bahkan alih usaha ke bisnis yang lain. Tentunya dengan modal karakter sukses yang dimiliki, mereka tidak kesulitan untuk mengaplikasikan di bidang lainnya," pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Booth Kopi Koperasi...
Booth Kopi Koperasi Merah Putih Karanganyar Bidik Pasar Gen Z
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
Apa Itu Playing Victim?...
Apa Itu Playing Victim? Dokter Ungkap Dampaknya pada Hubungan dan Kesehatan Mental
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Jejaring Internasional Lewat AHEIC Global Publication Connect 2026 di Universitas Kuningan
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Yolanda Mambu Dorong APBD Parigi Moutong Prorakyat
Pembunuh Sadis Pengemudi...
Pembunuh Sadis Pengemudi Ojol di Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka
Pemkot Tangsel Bangun...
Pemkot Tangsel Bangun 3.280 PJU, Benyamin Davnie: Agar Aktivitas Masyarakat Aman
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
Nurdiansyah Ungkap Dinamika...
Nurdiansyah Ungkap Dinamika Menjelang Musda Demokrat Aceh
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved