Pos Polisi di Paniai Papua Diserang, 1 Anggota Kritis dan 3 Senpi Hilang
Sabtu, 16 Mei 2020 - 18:41 WIB
loading...
Sekelompok orang tak dkenal (OTK) menyerang pos Polisi 99 Ndeotadi Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua Jumat (15/5/2020) sekitar malam. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAYAPURA - Sekelompok orang tak dkenal (OTK) menyerang pos Polisi 99 Ndeotadi Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua Jumat (15/5/2020) sekitar malam. Penyerangan tersebut dilakukan saat pos polisi hanya dijaga satu orang personel dari tiga personel lain yang sementara melakukan pertemuan di rumah warga.
Akibat penyerangan tersebut, satu anggota Pos Briptu Cristian Paliling dilaporkan kritis, dan tiga pucuk senjata api terdiri dari AK-47 dan 2 pucuk senjata SS1 V1 dibawa kabur pelaku.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi A.M Kamal mengatakan sebetulnya korban tidak sendiri, tapi bersama tiga orang rekannya yang lain, yakni Briptu Irvan, Bripda Ganda, dan Bripda Aldi. N
Namun saat peristiwa penyerangan, rekan korban tengah melakukan pertemuan bersama masyarakat di salah satu rumah warga.
"Sehingga hanya Briptu Cristian Paliling sedang berada di Pospol 99 tiba-tiba datang sejumlah masyarakat dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban serta merampas Senjata Api inventaris Pospol 99 tersebut," ujar Kamal, Sabtu (16/5/2002) malam.
Akibat penyerangan tersebut, satu anggota Pos Briptu Cristian Paliling dilaporkan kritis, dan tiga pucuk senjata api terdiri dari AK-47 dan 2 pucuk senjata SS1 V1 dibawa kabur pelaku.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi A.M Kamal mengatakan sebetulnya korban tidak sendiri, tapi bersama tiga orang rekannya yang lain, yakni Briptu Irvan, Bripda Ganda, dan Bripda Aldi. N
Namun saat peristiwa penyerangan, rekan korban tengah melakukan pertemuan bersama masyarakat di salah satu rumah warga.
"Sehingga hanya Briptu Cristian Paliling sedang berada di Pospol 99 tiba-tiba datang sejumlah masyarakat dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban serta merampas Senjata Api inventaris Pospol 99 tersebut," ujar Kamal, Sabtu (16/5/2002) malam.
Lihat Juga :