PTPN V Lampaui Target Pemerintah Terkait Pendapatan
Selasa, 02 Februari 2021 - 08:19 WIB
loading...
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V berhasil membukukan pendapatan unaudit hingga Rp5,3 triliun sepanjang 2020 atau hampir 27 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,18 triliun. (Ist)
A
A
A
PEKANBARU - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V berhasil membukukan pendapatan unaudit hingga Rp5,3 triliun sepanjang 2020 atau hampir 27 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,18 triliun. Raihan ini menasbihkan kinerja perusahaan BUMN tetap mumpuni dimasa sulit pandemi.
"Sejak 2019 kita telah menancapkan pondasi kuat untuk merubah PTPN V ke arah yang lebih baik. Ketaatan pada aturan, validitas data, transformasi digital, dan kembali ke khittah kita sebagai perusahaan perkebunan negara yang hadir untuk sawit rakyat, membantu kita dapat mengarungi tahun 2020 dengan baik hingga mencatatkan hasil yang positif," kata dia Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) dalam siaran persnya yang diterima Minggu (31/1/2021)
Jatmiko menjelaskan bahwa pendapatan yang diraih pada 2020 itu juga tercatat melampaui target pemegang saham yang mematok pendapatan sebesar Rp4,6 triliun. Angka ini 14,37 persen melebihi ekspektasi shareholders. Dari pendapatan tersebut, Jatmiko mengatakan PTPN V berhasil mencatatkan net profit margin 7,6% sehingga laba setelah pajak unaudit mencapai Rp405 miliar.
Angka itu juga melonjak jauh dari raihan tahun sebelumnya sebesar Rp67,29 miliar. "Kita bersyukur dari segi finansial laba setelah pajak tahun 2020 mencapai Rp 405 miliar dan ini adalah rekor tertinggi sepanjang 12 tahun terakhir", ungkap Jatmiko.
Pencapaian finansial tersebut tidak terlepas dari produktivitas Perusahaan yang juga mencatatkan rekor tertinggi. "Alhamdulillah produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) sawit kita tertinggi sepanjang sejarah PTPN V berdiri mencapai 23,87 ton per hektare pertahun atau 0,46 persen di atas RKAPP dan meningkat 0,81% dibanding tahun sebelumnya," ujar Jatmiko.
Peningkatan produktivitas tersebut berbanding lurus dengan produksi TBS yang mencapai 1,59 juta ton di sepanjang 2020 atau meningkat dari tahun 2019 yang 1,46 juta ton. Sedangkan untuk produk utama seperti CPO dan PKO, PTPN V telah memproduksi hingga 544.010 ton CPO dan 107.875 ton PKO (palm kernel oil/minyak inti sawit) dengan masing-masing rendemen mencapai 21,39 persen atau 4,24 persen.
"Sejak 2019 kita telah menancapkan pondasi kuat untuk merubah PTPN V ke arah yang lebih baik. Ketaatan pada aturan, validitas data, transformasi digital, dan kembali ke khittah kita sebagai perusahaan perkebunan negara yang hadir untuk sawit rakyat, membantu kita dapat mengarungi tahun 2020 dengan baik hingga mencatatkan hasil yang positif," kata dia Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) dalam siaran persnya yang diterima Minggu (31/1/2021)
Jatmiko menjelaskan bahwa pendapatan yang diraih pada 2020 itu juga tercatat melampaui target pemegang saham yang mematok pendapatan sebesar Rp4,6 triliun. Angka ini 14,37 persen melebihi ekspektasi shareholders. Dari pendapatan tersebut, Jatmiko mengatakan PTPN V berhasil mencatatkan net profit margin 7,6% sehingga laba setelah pajak unaudit mencapai Rp405 miliar.
Angka itu juga melonjak jauh dari raihan tahun sebelumnya sebesar Rp67,29 miliar. "Kita bersyukur dari segi finansial laba setelah pajak tahun 2020 mencapai Rp 405 miliar dan ini adalah rekor tertinggi sepanjang 12 tahun terakhir", ungkap Jatmiko.
Pencapaian finansial tersebut tidak terlepas dari produktivitas Perusahaan yang juga mencatatkan rekor tertinggi. "Alhamdulillah produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) sawit kita tertinggi sepanjang sejarah PTPN V berdiri mencapai 23,87 ton per hektare pertahun atau 0,46 persen di atas RKAPP dan meningkat 0,81% dibanding tahun sebelumnya," ujar Jatmiko.
Peningkatan produktivitas tersebut berbanding lurus dengan produksi TBS yang mencapai 1,59 juta ton di sepanjang 2020 atau meningkat dari tahun 2019 yang 1,46 juta ton. Sedangkan untuk produk utama seperti CPO dan PKO, PTPN V telah memproduksi hingga 544.010 ton CPO dan 107.875 ton PKO (palm kernel oil/minyak inti sawit) dengan masing-masing rendemen mencapai 21,39 persen atau 4,24 persen.
Lihat Juga :